PSIM Yogyakarta memperkuat lini belakangnya dengan mendatangkan bek tengah baru, Jop Van Der Avert. Pemain asal Belanda ini direkrut pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 untuk memperkokoh pertahanan tim.
Manajer PSIM, Razzi Taruna, menegaskan bahwa evaluasi pelatih menunjukkan kebutuhan mendesak tambahan pemain di sektor belakang. Pada beberapa laga terakhir, termasuk saat melawan Persebaya Surabaya, tim mengalami keterbatasan opsi pemain bertahan.
Kehadiran Jop dipandang sebagai solusi karena kemampuan bermainnya yang versatile. Ia bisa berperan sebagai bek tengah maupun fullback kiri, memberikan fleksibilitas taktik bagi pelatih PSIM.
Rekam jejak Jop mencakup pengalaman bermain di Liga Belanda bersama FC Dordrecht dan di Liga 2 Korea Selatan. Razzi menilai kualitas pemain tersebut sudah cukup tinggi dan relevan dengan kebutuhan PSIM.
Menariknya, Jop pernah berhadapan dengan pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, saat yang bersangkutan masih menukangi tim Liga 2 di Belanda. Hal ini mempermudah Van Gastel memahami karakter permainan Jop, meski belum secara mendalam.
Kemungkinan Jop melakukan debut sudah terlihat pada laga melawan Persis Solo pada Jumat, 6 Februari 2026. Namun, keputusan akhir menunggu kondisi fisiknya serta pertimbangan teknis pelatih.
Pemain berusia 25 tahun ini merupakan jebolan akademi NAC Breda. Ia mengaku siap beradaptasi dan berkontribusi optimal bagi PSIM demi meraih poin maksimal.
Menurut Jop, PSIM adalah klub besar dengan dukungan suporter yang luas. Ia merasa ini tantangan menarik dan telah mempersiapkan diri untuk menampilkan performa terbaik di lapangan.
Dengan tambahan Jop Van Der Avert, PSIM diharapkan memiliki kedalaman skuad lini belakang yang lebih baik. Hal ini sekaligus menjadi indikator kesiapan tim menghadapi kompetisi musim ini dengan struktur pertahanan yang kokoh.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id






