Tren padel di Indonesia terus bergerak naik, dan Ahmad Sahroni Center atau ASC ikut mengambil posisi penting lewat peluncuran ASC Padel Team. Tim ini tidak hanya dibentuk untuk ikut bertanding, tetapi juga untuk menyiapkan sistem pembinaan yang ditargetkan mampu melahirkan atlet Indonesia berdaya saing internasional.
Peluncuran tim dilakukan di Padel Pro Signature Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (12/6). Dari awal, ASC menegaskan bahwa proyek ini disusun sebagai langkah jangka panjang untuk membangun fondasi prestasi yang lebih serius di cabang olahraga padel.
Rekrutmen atlet dibuka dari berbagai daerah
Ketua ASC Padel Team, Ali Harsya Rusmiputro, mengatakan proses pembentukan skuad masih berjalan. Sejumlah pemain potensial sudah lebih dulu masuk dalam daftar awal, termasuk atlet yang selama ini berasal dari lingkungan internal ASC.
Dua nama yang sudah direkrut adalah Giorgio dan Armando Sumarno. Armando disebut sedang tampil di turnamen internasional di Shanghai, dengan rekam jejak tiga kali menjadi finalis Sirnas dan pernah meraih satu gelar juara di ajang yang sama.
ASC juga membuka pintu seleksi lebih luas bagi atlet dari luar lingkaran internal. Pencarian talenta dilakukan di seluruh Indonesia, baik dari komunitas maupun individu, sehingga peluang bergabung tidak dibatasi pada wilayah tertentu.
Menurut rencana, ASC Padel Team menargetkan 24 atlet dalam skuad utama. Komposisi itu disusun menjadi 12 pasangan, terdiri dari delapan pasangan putra dan empat pasangan putri.
Target langsung dibawa ke arena kompetisi
Meski baru diluncurkan, tim ini langsung menyiapkan sasaran yang terukur. Fokus terdekat adalah Seri Nasional atau Sirnas, disusul dua turnamen FIP Bronze yang dijadwalkan berlangsung pada Juli.
Ali menegaskan bahwa target tersebut bukan sekadar partisipasi, melainkan juga peluang untuk meraih hasil nyata. Kehadiran FIP Bronze menjadi penting karena ajang itu masuk kalender resmi Federasi Internasional Padel dan dapat menjadi jalur pengumpulan pengalaman serta poin internasional.
ASC juga tidak ingin terpaku pada turnamen domestik. Tim berencana memilih turnamen FIP yang paling strategis agar perkembangan atlet berjalan efektif dan terarah.
Pelatih Spanyol dan program latihan intensif
Keseriusan ASC terlihat dari rencana mendatangkan dua pelatih asal Spanyol, masing-masing untuk sektor putra dan putri. Langkah ini dipandang relevan karena Spanyol dikenal sebagai salah satu pusat kekuatan padel dunia.
Selain aspek kepelatihan, para atlet akan masuk dalam program pembinaan yang padat. Jadwal latihan disiapkan dua kali sehari, ditambah fisioterapi, sport massage, dan strength training untuk menunjang performa serta pemulihan fisik.
ASC juga menyiapkan training camp di Spanyol sebagai bagian dari percepatan pengembangan atlet. Pelatih dari Spanyol nantinya akan menyusun program dengan target tinggi, sementara pengiriman atlet ke luar negeri disiapkan secara bertahap.
Pada tahap awal, sekitar lima hingga enam atlet diproyeksikan berangkat ke Spanyol. Jumlah itu masih bisa bertambah, tergantung kebutuhan program dan perkembangan tim di lapangan.
Dorongan agar padel Indonesia naik kelas
Ketua ASC, Imamuddin, menyampaikan bahwa pembentukan ASC Padel Team merupakan bagian dari komitmen pendiri ASC, Ahmad Sahroni, dalam mendukung kemajuan olahraga nasional. Ia menilai keseriusan Sahroni terlihat dari pola kerja yang juga diterapkan saat membangun ASC Motorsport.
Imamuddin menyebut banyak atlet Indonesia sebenarnya memiliki potensi untuk bersaing di level internasional. Karena itu, kehadiran pelatih dari luar negeri dipandang sebagai salah satu cara untuk memperkuat ekosistem pembinaan dan membuka jalan menuju prestasi yang lebih tinggi.
Dengan rekrutmen terbuka, target turnamen yang jelas, serta dukungan pelatih dan program latihan berstandar tinggi, ASC Padel Team diposisikan sebagai proyek olahraga yang tidak hanya mengejar hasil cepat, tetapi juga membangun jalur pembinaan yang lebih serius bagi atlet padel Indonesia.
Source: www.medcom.id






