Pola Ketidakpuasan Ronaldo di Klub Top Dunia: Dari Madrid Hingga Al-Nassr Terulang Lagi

Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan pola ketidakpuasan yang pernah ia alami di beberapa klub besar Eropa. Kini, insiden itu terulang di Al-Nassr, klub Arab Saudi yang ia bela sejak akhir 2022.

Ketidakpuasan Ronaldo terhadap kebijakan klub kala bursa transfer musim dingin menjadi pemicu utama aksi mogok bermainnya. Hal ini bukan kali pertama Ronaldo merasakan friksi yang mempengaruhi performa dan hubungan dengan klub tempatnya berkarier.

Sejarah Ketidakpuasan Ronaldo di Real Madrid

Saat membela Real Madrid dari 2009 hingga 2018, Ronaldo beberapa kali menunjukkan rasa kecewa. Momen terkenal terjadi pada 2012 ketika ia mencetak gol tapi tidak merayakannya, mengindikasikan ketidakpuasan profesional yang mendalam. Konflik internal juga sempat terjadi dengan pelatih José Mourinho dan Rafa Benitez, terutama terkait taktik dan peran penting di dalam tim.

Meski demikian, Ronaldo tetap bertahan dan memperpanjang kontrak, membuktikan kemampuannya dengan memenangkan banyak gelar, termasuk Liga Champions. Namun, ketegangan di Madrid memperlihatkan sisi ambisius Ronaldo yang tidak mudah berkompromi.

Kepulangan dan Kepergian dari Juventus

Ronaldo direkrut Juventus dengan status pembelian termahal klub. Namun, pada musim 2021/2022, ia menolak bermain dalam pertandingan pembuka Serie A melawan Udinese. Keputusan itu membuat hubungan dengan pelatih Massimiliano Allegri memburuk. Beberapa hari setelah insiden tersebut, Ronaldo resmi meninggalkan Juventus dan kembali ke Manchester United.

Kejadian ini mengulang pola lama Ronaldo dalam bereaksi terhadap ketidakcocokan visi dan taktik klub, hingga mengambil keputusan tegas demi ambisinya.

Konflik di Manchester United

Musim 2021/2022 menandai fase sulit bagi Ronaldo bersama Man United. Ia menolak masuk sebagai pemain pengganti saat tim melawan Tottenham Hotspur, yang dianggapnya tidak menghormati statusnya. Dalam wawancara setelah pertandingan, Ronaldo mengaku merasa “dikhianati” oleh klub dan hubungannya dengan pelatih Erik ten Hag memburuk.

Ketegangan ini berujung pada penghentian kontrak Ronaldo di akhir tahun 2022, sebelum ia akhirnya pindah ke Al-Nassr.

Kondisi Serupa di Al-Nassr

Namun, di Al-Nassr, pola ketidakpuasan yang sama kembali muncul. Ronaldo dikabarkan menolak tampil membela klub karena tidak puas dengan aktivitas transfer dan dukungan finansial yang diberikan. Momen ini dinilai mirip dengan situasi saat ia menolak bermain di Juventus sebagai bentuk protes.

Meski begitu, Ronaldo disebut tidak akan meninggalkan klubnya di Arab Saudi demi fokus persiapan Piala Dunia 2026.

Pola Ketidakpuasan yang Konsisten

Sepanjang kariernya, Cristiano Ronaldo dikenal sebagai sosok ambisius dengan ritme kerja dan target tinggi. Ketika kondisi klub tidak sejalan dengan harapan pribadi, ia cenderung bereaksi secara tegas, termasuk mogok bermain atau menolak instruksi pelatih.

Namun, hasil dari setiap ketidakpuasan tersebut berbeda-beda, mulai dari memperpanjang kontrak, pindah klub, hingga berakhir dengan hubungan yang renggang. Pola ini memperlihatkan bagaimana Ronaldo menempatkan citra dan ambisi profesional sebagai prioritas utama.

Kondisi Ronaldo di Al-Nassr saat ini menjadi salah satu contoh terbaru dari pola tersebut, yang tetap relevan untuk dipantau hingga mendekati momen Piala Dunia 2026.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button