
Putri Kusuma Wardani harus menghentikan langkahnya di babak perempat final Polytron Indonesia Open 2026 setelah kalah dari Chen Yu Fei. Tunggal putri Indonesia itu sempat memimpin jauh 17-9 pada gim kedua, tetapi kehilangan kendali saat pertandingan masuk fase krusial dan akhirnya takluk 13-21, 20-22.
Hasil itu terasa menyesakkan karena Putri sudah berada di depan mata peluang untuk memaksa rubber game. Namun, ketenangan dan pengalaman Chen Yu Fei membuat wakil Tiongkok itu mampu membalikkan keadaan dan merebut tiket semifinal.
Putri sempat kuasai gim kedua
Pada awal gim kedua, Putri tampil lebih berani dan lebih efektif dalam menjaga ritme permainan. Keunggulan delapan poin membuat peluang untuk melanjutkan laga ke gim penentuan terlihat sangat terbuka.
Dukungan publik Istora ikut menambah momentum bagi Putri saat memimpin 17-9. Meski begitu, Chen Yu Fei tidak panik dan perlahan memangkas jarak poin sampai kembali masuk ke persaingan ketat.
Saat skor mendekati ujung gim, tekanan berbalik ke Putri. Chen kemudian menyamakan kedudukan hingga 20-20 sebelum menutup laga dengan dua poin beruntun.
Putri mengakui terburu-buru
Selepas pertandingan, Putri menyebut dirinya cukup puas dengan pola permainan yang ditunjukkan sepanjang laga. Namun, ia menilai keputusan pada poin-poin penting di akhir gim kedua menjadi titik yang membuat peluangnya hilang.
“Kalau Chen Yu Fei diajak bermain cepat, tangannya masih bisa meng-cover. Sebetulnya saya banyak mendapatkan poin dari reli-reli panjang. Sayangnya di saat-saat penting saya malah terburu-buru,” ujarnya.
Putri juga menilai dirinya terlalu cepat menaikkan tempo saat pertandingan memasuki fase setting. Padahal, sebagian besar poin yang ia raih justru datang dari reli yang lebih panjang dan sabar.
Chen Yu Fei tampil sangat stabil
Kekuatan utama Chen Yu Fei terlihat dari cara ia menjaga fokus meski tertinggal cukup jauh. Mantan juara dunia itu tetap konsisten mengejar poin demi poin tanpa terlihat kehilangan arah permainan.
Putri menilai aspek itu yang paling menyulitkan dari lawannya. “Yang menyulitkan dari Chen Yu Fei adalah fokusnya. Saat tertinggal, dia tetap berusaha mendapatkan satu poin demi satu poin,” kata Putri.
Pemain asal Tiongkok tersebut juga menunjukkan ketenangan saat skor memasuki setting. Dalam situasi seperti itu, sedikit kesalahan saja bisa langsung mengubah hasil pertandingan.
Pelajaran untuk laga berikutnya
Meski gagal ke semifinal, Putri menganggap pertandingan ini memberi banyak pelajaran penting. Ia menegaskan perlu memperbaiki fisik dan cara berpikir agar lebih siap menghadapi lawan papan atas dunia.
Putri menyebut menjaga fokus di lapangan memerlukan energi besar. Karena itu, ia merasa ketahanan fisik dan kemampuan mengelola tekanan harus ditingkatkan sebelum tampil di turnamen berikutnya, Japan Open 2026.
“Melawan pemain Top 4 dunia, kita tidak boleh kehilangan fokus sedikit pun,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa ketika sudah menemukan celah untuk unggul, momentum itu harus dijaga sampai akhir.
Chen Yu Fei lanjut hadapi An Se Young
Kemenangan atas Putri membawa Chen Yu Fei melaju ke semifinal Indonesia Open 2026. Di babak empat besar, ia sudah ditunggu An Se Young dari Korea Selatan.
Laga itu diperkirakan berlangsung menarik karena kedua pemain sama-sama punya reputasi besar di level elite dunia. Pertemuan mereka juga menjadi salah satu duel yang paling dinantikan di babak semifinal turnamen ini.
Source: www.medcom.id








