Direktur Ajax, Marijn Beuker, memberikan pujian tinggi kepada Ryan van de Pavert, pemain muda keturunan Indonesia yang sedang meniti karier di klub raksasa Eredivisie itu. Beuker menyoroti kecepatan, kelincahan, dan stamina luar biasa yang dimiliki Van de Pavert, serta keberanian yang menjadi karakter khas sang pemain.
Ryan van de Pavert merupakan produk asli akademi Ajax sejak 2017 dan kini terikat kontrak jangka panjang hingga Juni 2029. Meski masih muda, Van de Pavert sudah mencicipi pengalaman bermain di level profesional bersama Jong Ajax, tim B Ajax yang berlaga di Keuken Kampioen Divisie.
Karakter dan Kemampuan Ryan van de Pavert
Menurut Marijn Beuker, Van de Pavert menampilkan kualitas fisik dan mental yang mengesankan. “Ryan sangat cepat, eksplosif, dan lincah. Dia memiliki stamina besar serta keberanian yang kuat,” jelas Beuker. Kepercayaan diri ini dinilai menjadi modal utama Van de Pavert untuk berkembang di klub sebesar Ajax.
Sebagai pemain asli Amsterdam yang berdarah Indonesia, ia membuktikan bahwa bakat lokal diasah dengan baik di Ajax. Hal tersebut menambah nilai plus bagi klub yang terus berkomitmen mengembangkan talenta muda berbakat.
Perjalanan Karier dan Peran di Lapangan
Ryan memulai karier sepak bolanya sebagai penyerang yang agresif dan suka melakukan aksi individu. Namun seiring waktu, ia bertransformasi menjadi pemain bertahan. Selama membela tim U-19 Ajax, posisinya bergeser dari bek kanan ke bek tengah.
Saat ini bersama Jong Ajax, Van de Pavert kembali menempati posisi bek kanan. Ia merasakan fleksibilitas dalam permainan dan memandang posisi favoritnya sangat bergantung pada strategi melawan lawan. “Saya sering melakukan dribel dan itu menjadi kekuatan saya. Posisi favorit tergantung lawan,” ujarnya.
Kontrak Jangka Panjang dan Ambisi Pribadi
Van de Pavert merasa bahagia dengan kontrak jangka panjang bersama Ajax, klub impian yang membentuk karier dan kecintaannya pada sepak bola sejak usia sebelas tahun. Kakek-neneknya dari keluarga Medan dan Surabaya turut membangun identitas kebangsaan yang kaya di dalam dirinya.
Dia juga mengakui tantangan bermain di Divisi Keuken Kampioen, termasuk menghadapi tekanan tinggi dalam laga tandang seperti saat melawan ADO Den Haag. “Banyak suporter dan cemoohan, tapi saya tidak masalah. Saya anak Amsterdam dan tidak takut membuat kesalahan,” katanya.
Meskipun demikian, Ryan tetap realistis dan fokus mengumpulkan pengalaman. Targetnya saat ini adalah berkembang bersama Jong Ajax dan menanti kesempatan membuktikan diri di level lebih tinggi. “Saya menjalani semuanya selangkah demi selangkah,” pungkasnya.
Potensi Naturalisasi dan Masa Depan
Selain pencapaiannya di Ajax, Van de Pavert juga berpotensi untuk dinaturalisasi sebagai pemain Indonesia. Darah medis Surabaya dan Medan mengalir dalam dirinya dari garis keluarga ayah. Hal ini membuka peluang bagi sepak bola Indonesia untuk mendapatkan tambahan pemain berbakat dengan pengalaman internasional.
Penilaian positif dari direktur klub sebesar Ajax memberikan gambaran jelas bahwa Ryan van de Pavert merupakan prospek masa depan cerah. Kelincahan, stamina prima, dan mental tidak takut membuatnya siap menghadapi tantangan kompetitif di level sepak bola profesional.
