Kembalinya MotoGP ke Brasil pada tahun 2026 bertepatan dengan momen Idulfitri. Balapan ini menjadi tonggak penting setelah absen lebih dari dua dekade sejak terakhir digelar pada 2004 di Sirkuit Jacarepaguá, Rio de Janeiro.
Setelah berbagai upaya gagal menghadirkan kembali MotoGP ke Brasil, kesepakatan lima tahun akhirnya tercapai dengan Brazil Motorsport. Balapan akan dilaksanakan di Autódromo Internacional de Goiania, yang sebelumnya menggelar Grand Prix Brasil antara 1987 hingga 1989.
Sirkuit Goiânia memiliki panjang lintasan 3,835 km dan terdiri dari 14 tikungan. Uniknya, trek ini didominasi oleh sembilan tikungan kanan dan hanya lima tikungan kiri, menjadikannya salah satu sirkuit paling unik dalam kalender MotoGP.
Keunikan ini mendapat julukan “anti-Marquez” karena Marc Marquez dikenal memiliki kekuatan di tikungan kiri. Karakter sirkuit tersebut juga memperhatikan kondisi ban pembalap, di mana tikungan kanan panjang berpotensi menyebabkan sisi kiri ban menjadi dingin.
Untuk menjamin keamanan dan standar internasional, penyelenggara berinvestasi sekitar 55 juta real Brasil. Dana tersebut digunakan untuk pengaspalan ulang lintasan, modernisasi garasi pit, paddock, dan pembangunan pusat kendali balapan baru.
Selain itu, fasilitas medis di sirkuit juga diperbaharui. Langkah ini memastikan kesiapan sirkuit dalam menerima event sebesar MotoGP dan mendukung keselamatan para pembalap selama balapan berlangsung.
Kesuksesan balapan ini sangat ditunggu, karena selain menjadi ajang olahraga, juga sebagai bentuk apresiasi terhadap penggemar MotoGP di Amerika Selatan. Penempatan balapan saat Idulfitri juga menghadirkan suasana unik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi komunitas Muslim di kawasan tersebut.
Mengambil pelajaran dari sejarah sirkuit, sirkuit Goiânia yang sempat lama absen dari kalender MotoGP sekarang tampil dengan wajah baru. Hal ini memberikan peluang bagi pembalap untuk menunjukkan keahlian mereka di trek yang menantang dan berbeda dari sirkuit lain.
Balapan MotoGP Brasil 2026 bukan hanya sekadar comeback, tetapi juga simbol kemajuan MotoGP dalam menjangkau pasar global yang semakin berkembang. Keberhasilan gelaran ini dapat menjadi tolok ukur untuk memperluas lagi ajang MotoGP di wilayah lain di masa depan.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




