Max Verstappen kembali jadi sorotan setelah insiden dengan jurnalis Inggris memicu perbincangan luas di paddock Formula 1. Pembalap Red Bull Racing itu terekam meminta seorang wartawan pergi sebelum ia mau menjawab pertanyaan, usai ditanya soal perebutan gelar juara dunia F1 musim 2025 yang kembali menghangat.
Momen itu terjadi dalam sesi konferensi pers jelang GP Jepang, ketika Verstappen merasa pertanyaan yang diajukan terlalu berfokus pada konflik dan rangkaian kejadian negatif musim lalu. Juara dunia empat kali tersebut kemudian menegaskan bahwa ia tidak akan berbicara selama jurnalis The Guardian, Giles Richards, masih berada di sana.
Verstappen tidak mau menjawab sebelum wartawan pergi
Dalam konferensi pers itu, Verstappen menyampaikan penolakannya dengan nada tegas tetapi singkat. “Saya tidak akan berbicara sebelum dia pergi,” kata Verstappen, seperti dikutip dari laporan yang beredar pada Kamis, 26 Maret 2026.
Pernyataan itu langsung menarik perhatian karena menunjukkan ketegangan yang masih tersisa antara Verstappen dan sebagian media Inggris. Pertanyaan yang memancing respons tersebut berkaitan dengan pertarungan gelar melelahkan pada akhir musim lalu, khususnya duel di Abu Dhabi melawan Lando Norris.
Pertanyaan soal Abu Dhabi dan penalti Spanyol jadi pemicu
Giles Richards disebut juga menyinggung penalti 10 detik yang diterima Verstappen pada GP Spanyol musim lalu setelah insiden dengan George Russell dari Mercedes. Verstappen menilai fokus pertanyaan itu hanya mengambil sebagian kecil dari keseluruhan musim yang berjalan panjang dan penuh dinamika.
Verstappen kemudian menjelaskan bahwa jika ingin membahas musim lalu secara utuh, maka pembicaraan tidak boleh berhenti pada satu atau dua momen yang paling kontroversial. Ia menyebut musim F1 berjalan sepanjang 24 putaran, sehingga penilaian seharusnya mencakup konteks yang lebih lengkap.
“Kau melupakan hal lain dari semua yang terjadi di musim lalu, satu-satunya yang kau sebut saat di Barcelona. Balapan ini ada 24 putaran, dan saya pikir bisa kembali pada paruh kedua, Anda bisa menanyakan hal itu,” ujar Verstappen.
Respons Giles Richards setelah insiden
Sikap Verstappen itu kemudian memunculkan reaksi dari Giles Richards. Dalam artikelnya, jurnalis The Guardian tersebut mengaku kecewa dan terkejut dengan tanggapan yang ia terima dari sang juara dunia.
Meski demikian, Richards tetap menunjukkan sikap profesional dengan menyatakan rasa hormatnya kepada Verstappen. Ia juga berharap hubungan keduanya bisa membaik pada kesempatan berikutnya, meskipun insiden itu jelas meninggalkan kesan kurang nyaman di sesi pers.
Riwayat Verstappen dengan media Inggris memang sering panas
Insiden terbaru ini bukan pertama kalinya Verstappen berselisih dengan media, terutama yang berasal dari Inggris. Pada 2018, ia pernah mengancam akan menanduk seseorang setelah mendapat pertanyaan tentang rentetan kecelakaan yang dialaminya di musim tersebut.
Lalu pada 2022, Verstappen juga diketahui memboikot Sky Sports F1. Saat itu, ia merasa liputan yang dilakukan tidak sopan, terutama setelah komentar jurnalis Ted Kravitz yang menyinggung persaingannya dengan Lewis Hamilton pada musim 2021.
Riwayat tersebut membuat hubungan Verstappen dengan beberapa media Inggris sering menjadi perhatian publik. Di sisi lain, Verstappen kerap menegaskan bahwa ia ingin pertanyaan yang diajukan lebih proporsional dan tidak terus-menerus mengulang narasi yang menurutnya tidak menggambarkan keseluruhan musim.
Konteks persaingan F1 2025 yang kembali memanas
Perebutan gelar juara dunia F1 musim 2025 memang menjadi salah satu isu besar yang banyak menyedot perhatian penggemar. Nama-nama seperti Verstappen dan Norris kembali masuk dalam pembicaraan utama karena konsistensi performa mereka di lintasan dan dampaknya terhadap klasemen.
Situasi seperti ini membuat konferensi pers tim dan pembalap semakin sensitif, terutama ketika media menyoroti momen-momen kontroversial dari musim sebelumnya. Dalam olahraga dengan tekanan tinggi seperti Formula 1, satu pertanyaan saja bisa memicu respons emosional jika dinilai mengabaikan konteks yang lebih besar.
Berikut rangkuman singkat poin penting dari insiden tersebut:
- Verstappen meminta Giles Richards meninggalkan area konferensi pers sebelum ia mau menjawab.
- Pertanyaan Richards menyinggung perebutan gelar di Abu Dhabi dan penalti di GP Spanyol.
- Verstappen menilai pertanyaan itu terlalu sempit dan tidak menggambarkan 24 seri musim F1.
- Richards mengaku kecewa, tetapi tetap menghormati Verstappen.
- Hubungan Verstappen dengan media Inggris memang sudah beberapa kali memanas sejak 2018 dan 2022.
Sesi pers pra-balapan itu kini ikut menambah daftar momen yang menunjukkan betapa tegangnya relasi Verstappen dengan media tertentu, terutama ketika pembahasan menyentuh rivalitas, penalti, dan perebutan gelar juara dunia. Di tengah tekanan musim 2025 yang kian besar, cara Verstappen merespons pertanyaan seperti ini kembali menjadi bagian dari cerita besar Formula 1 yang tidak hanya terjadi di lintasan, tetapi juga di ruang konferensi pers.
