Tiket Final Piala Dunia Tembus Rp 186 Juta, FIFA Disorot Soal Harga Dinamis

FIFA kembali menuai kritik setelah menaikkan harga tiket tertinggi final Piala Dunia 2026 menjadi US$ 10.990 atau sekitar Rp 186,8 juta. Kenaikan itu terjadi saat badan sepak bola dunia tersebut membuka kembali penjualan tiket usai gangguan teknis pada Rabu (1/4/2026).

Lonjakan harga ini membuat final yang akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026 semakin mahal bagi penonton. Sebelumnya, pada penjualan pasca-undian Desember lalu, tiket kategori tertinggi untuk partai puncak dipatok US$ 8.680 atau sekitar Rp 147,5 juta.

Harga tiket naik di semua kategori final

Bukan hanya kategori termahal yang naik, FIFA juga menaikkan harga tiket kategori lain untuk laga final. Tiket kategori 2 kini dijual US$ 7.380 atau sekitar Rp 125,4 juta, naik dari US$ 5.575 atau sekitar Rp 94,7 juta.

Sementara itu, kategori 3 meningkat menjadi US$ 5.785 atau sekitar Rp 98,3 juta dari sebelumnya US$ 4.185 atau sekitar Rp 71,1 juta. Harga tersebut menegaskan bahwa final Piala Dunia 2026 menjadi salah satu ajang olahraga dengan tiket paling mahal dalam sejarah.

Sistem harga dinamis kembali dipakai

FIFA kembali memakai skema harga dinamis untuk turnamen yang akan berlangsung di 11 kota di Amerika Serikat, tiga kota di Meksiko, dan dua kota di Kanada. Dalam sistem ini, harga tiket bisa berubah mengikuti permintaan pasar dan ketersediaan kursi.

Kebijakan itu langsung memicu sorotan karena dianggap menguntungkan FIFA, tetapi memberatkan suporter. Kritik paling keras datang karena Piala Dunia selama ini dipromosikan sebagai pesta sepak bola global yang seharusnya tetap bisa diakses banyak kalangan.

Harga tiket laga pembuka juga berubah

Pada laga pembuka timnas Amerika Serikat melawan Paraguay di SoFi Stadium pada 12 Juni, FIFA hanya menyediakan tiket kelas tertinggi seharga US$ 2.735 atau sekitar Rp 46,4 juta. Harga itu tidak berubah dari penjualan sebelumnya pada Desember.

Namun, pertandingan lain menunjukkan kenaikan nyata. Tiket laga pembuka Meksiko melawan Arab Saudi di Mexico City naik dari US$ 2.355 atau sekitar Rp 40 juta menjadi US$ 2.985 atau sekitar Rp 50,7 juta.

Berikut beberapa contoh harga yang diumumkan FIFA:

  1. Amerika Serikat vs Paraguay: US$ 2.735 atau Rp 46,4 juta.
  2. Meksiko vs Arab Saudi: US$ 2.985 atau Rp 50,7 juta.
  3. Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: US$ 2.240 atau Rp 38 juta.

Keluhan pembeli dan gangguan penjualan

Saat penjualan dibuka, situs resmi FIFA dilaporkan mengalami antrean panjang selama berjam-jam. Sebagian calon pembeli juga mengeluhkan salah pengalihan tautan ke jalur penjualan khusus suporter negara yang baru lolos.

FIFA mengatakan gangguan tersebut sudah diperbaiki sekitar tengah hari. Namun, tidak semua tiket sisa langsung dilepas ke pasar karena penjualan akan dilakukan bertahap selama turnamen berlangsung.

Fase terbaru ini menjadi tahap kelima penjualan tiket. Sebelumnya, FIFA telah membuka prapenjualan Visa pada September, undian tiket Oktober, seleksi acak pada Desember hingga Januari, serta penjualan terbatas tanpa jadwal pertandingan pada Februari.

Kritik politik dan soal akses suporter

Kebijakan harga dinamis FIFA juga mendapat penolakan dari 69 anggota Kongres Partai Demokrat di Amerika Serikat. Mereka menilai skema itu bertentangan dengan prinsip keterjangkauan dalam sepak bola global.

Para anggota Kongres menyebut Piala Dunia 2026 berisiko menjadi turnamen paling eksklusif secara finansial sepanjang sejarah. Kritik ini menambah tekanan terhadap FIFA yang sebelumnya juga menerima sorotan atas harga tiket tinggi pada fase penjualan awal.

Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menyoroti besarnya minat publik terhadap turnamen ini. “Ini unik. Ini luar biasa,” kata Infantino, merespons antusiasme yang muncul sejak fase penjualan tiket dibuka.

Tiket khusus untuk suporter loyal

Setelah banyak keluhan, FIFA menyatakan akan menyediakan tiket khusus seharga US$ 60 atau sekitar Rp 1 juta untuk federasi peserta. Tiket ini ditujukan bagi para pendukung loyal masing-masing tim nasional.

FIFA juga membuka pasar penjualan kembali resmi, dengan biaya 15 persen bagi pembeli dan penjual tiket. Langkah ini memberi peluang bagi suporter yang timnya gagal lolos untuk menjual kembali tiket yang sudah mereka beli sebelumnya.

Enam negara terakhir yang melengkapi daftar 48 peserta Piala Dunia 2026 adalah Bosnia-Herzegovina, Republik Demokratik Kongo, Republik Cheska, Irak, Swedia, dan Turki. Kehadiran para peserta baru itu menambah minat pasar, tetapi juga membuat persaingan mendapatkan tiket semakin ketat.

Dengan harga final yang menembus Rp 186 juta, situs penjualan yang sempat bermasalah, dan sistem harga dinamis yang terus diperdebatkan, penjualan tiket Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan lain di luar persaingan di lapangan. FIFA masih akan melanjutkan pelepasan tiket secara bertahap hingga turnamen dimulai, sementara publik menunggu apakah harga akan kembali bergerak mengikuti lonjakan permintaan.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version