
Kondisi Mauro Zijlstra masih dipantau ketat setelah ia mengalami cedera saat membela Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series 2026. Dokter Persija, Muhammad Andeansah, menyebut hasil MRI menunjukkan adanya re-injury atau robekan otot, sehingga masa pemulihan pemain berusia muda itu belum bisa dipastikan.
Cedera itu kembali muncul di area pangkal paha, lokasi yang sebelumnya juga membuat Mauro menepi dalam dua laga Persija melawan Borneo FC dan Dewa United. Situasi ini membuat tim medis memilih langkah hati-hati agar proses pemulihan berjalan aman dan tidak memicu cedera berulang.
Kondisi cedera Mauro Zijlstra
Muhammad Andeansah menjelaskan bahwa cedera Mauro bukan masalah baru, melainkan kambuhan dari keluhan sebelumnya. Pemeriksaan MRI memperlihatkan adanya robekan pada otot, sehingga tim medis harus menyesuaikan program terapi dengan perkembangan fungsi otot sang pemain.
“Tim medis akan memantau perkembangan Mauro dengan ketat untuk memastikan dia dapat kembali ke tim secepat dan seaman mungkin,” kata Andeansah, dikutip dari laman resmi klub. Pernyataan ini menegaskan bahwa Persija tidak ingin memaksakan Mauro kembali bermain sebelum benar-benar siap.
Dalam penanganan cedera otot, kecepatan pulih biasanya sangat bergantung pada respons tubuh pemain terhadap latihan rehabilitasi. Karena itu, klub belum bisa memberi target pasti kapan Mauro bisa kembali masuk skuad utama.
Mengapa pemulihan Mauro perlu ekstra hati-hati
Cedera kambuhan pada pangkal paha sering membutuhkan perhatian lebih karena area ini aktif saat berlari, menendang, dan mengubah arah. Jika pemulihan dipercepat tanpa evaluasi yang tepat, risiko robekan ulang bisa meningkat dan membuat masa absen lebih panjang.
Untuk Mauro, kondisi ini juga penting karena ia baru saja menjalani tugas internasional bersama Timnas Indonesia. Peralihan dari agenda tim nasional ke kompetisi klub menuntut penyesuaian beban fisik yang presisi agar tubuh tidak menerima stres berlebih.
Berikut faktor yang umumnya menentukan cepat atau lambatnya pemulihan cedera otot seperti yang dialami Mauro:
- Tingkat robekan otot yang muncul dari hasil pemeriksaan.
- Respons otot terhadap latihan rehabilitasi harian.
- Kesiapan fisik saat mulai kembali ke latihan tim.
- Muncul atau tidaknya keluhan nyeri saat beban ditingkatkan.
- Keputusan tim medis terkait keamanan pemain.
Situasi Persija menjelang pekan ke-25
Persija kini menghadapi situasi yang belum ideal jelang pekan ke-25 Super League 2025/2026. Selain Mauro Zijlstra yang masih menjalani pemulihan, Emaxwell Souza juga harus menepi karena akumulasi kartu.
Kondisi itu membuat pelatih dan tim medis perlu mengatur ulang komposisi skuad dengan cermat. Persija butuh kedalaman tim yang kuat agar kehilangan beberapa pemain kunci tidak mengganggu ritme persaingan di papan atas.
Perkembangan pemain lain di area pemulihan
Di tengah perhatian pada Mauro, kabar positif datang dari beberapa pemain lain yang juga menjalani pemulihan. Alaaeddine Ajaraie mulai mendekati fase comeback setelah menempuh program lanjutan untuk kembali ke latihan reguler.
Karena ia sempat absen cukup lama, peningkatan beban latihan dilakukan secara bertahap. Langkah ini ditempuh untuk mencegah reinjury dan memastikan tubuhnya mampu kembali menerima intensitas pertandingan.
Peluang Ajaraie tampil melawan Bhayangkara FC masih bergantung pada evaluasi harian. Artinya, keputusan akhir tetap ada pada kondisi fisik terbaru yang dipantau tim medis.
Hanif Sjahbandi menunjukkan progres positif
Satu lagi kabar baik datang dari Hanif Sjahbandi yang telah menjalani operasi lutut. Menurut tim medis, proses rehabilitasinya menunjukkan perkembangan konsisten dan berjalan sesuai arah pemulihan yang diharapkan.
Semangat Hanif untuk kembali bermain juga menjadi dorongan penting dalam proses rehabilitasi. Dalam cedera lutut, motivasi pemain sering membantu menjaga disiplin latihan dan kepatuhan terhadap program pemulihan.
Kondisi Mauro Zijlstra kini menjadi fokus utama Persija karena ia belum sepenuhnya pulih dari re-injury otot di area pangkal paha. Tim medis akan terus memantau perkembangannya dari hari ke hari sebelum memutuskan kapan ia bisa kembali bergabung secara penuh dengan tim.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




