Cagliari meraih kemenangan penting saat menundukkan Cremonese 1-0 di Unipol Domus, hasil yang langsung memberi dampak besar pada persaingan zona degradasi Serie A. Tiga poin ini membuat posisi Rossoblu lebih aman dan mendekatkan mereka pada target bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Laga tersebut berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama bermain hati-hati dalam banyak fase pertandingan. Cagliari tampil lebih agresif pada awal laga, sementara Cremonese mencoba menunggu momen lewat serangan balik cepat.
Cagliari Memulai Laga dengan Tekanan
Tuan rumah memulai pertandingan dengan tempo tinggi dan berupaya mengambil kendali sejak menit awal. Peluang pertama hadir melalui sepakan Palestra yang masih bisa ditepis Emil Audero, sehingga Cremonese tetap bertahan dalam situasi aman.
Setelah peluang itu, ritme permainan mulai menurun dan duel lebih banyak terjadi di lini tengah. Cagliari menguasai bola lebih lama, sedangkan Cremonese memilih pendekatan yang lebih rapat dalam bertahan.
Cremonese Sempat Memberi Ancaman
Cremonese tidak hanya bertahan, karena mereka juga sempat menciptakan ancaman serius pada menit ke-20. Okereke menyambut bola dengan sundulan, tetapi Elia Caprile tampil sigap untuk mencegah tim tamu unggul lebih dulu.
Situasi Cagliari juga sedikit terganggu ketika Mazzitelli mengalami cedera pada menit ke-30. Ia harus meninggalkan lapangan dan posisinya digantikan Adopo, sementara skor 0-0 tetap bertahan hingga turun minum.
Pergantian Pisacane Mengubah Jalannya Pertandingan
Memasuki babak kedua, Cremonese sempat mendapat peluang emas melalui Bonazzoli. Namun, tembakan kaki kirinya dari posisi ideal justru melenceng dan gagal mengancam gawang Cagliari secara maksimal.
Pelatih Cagliari, Pisacane, kemudian mengubah komposisi lini serang pada menit ke-60. Mendy dan Zé Pedro masuk menggantikan Folorunsho dan Borrelli, dan keputusan itu terbukti memberi pengaruh besar pada hasil akhir.
Perubahan tersebut berbuah cepat dan efektif, karena Cagliari segera menemukan pola serangan yang lebih tajam. Kombinasi antarpemain baru itu membuka ruang bagi peluang berbahaya di kotak penalti lawan.
Gol Esposito Jadi Penentu
Gol kemenangan Cagliari lahir pada menit ke-63 melalui Sebastiano Esposito. Mendy mengirim bola kepada Zé Pedro, lalu bola diarahkan ke area penalti sebelum Esposito menyambutnya dengan sundulan terarah yang tak mampu dihentikan Audero.
Gol itu mengubah suasana pertandingan dan memberi kepercayaan diri besar bagi Cagliari. Cremonese pun dipaksa meningkatkan intensitas serangan karena mereka kini tertinggal dan harus mengejar hasil.
Upaya Cremonese Gagal Menembus Pertahanan Tuan Rumah
Cremonese mencoba merespons lewat beberapa pergantian pemain untuk menambah daya dobrak. Meski begitu, Cagliari tetap mampu menjaga struktur pertahanan dengan baik dan tidak memberi banyak ruang bersih di area berbahaya.
Cagliari bahkan nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-75 melalui sundulan Deiola. Audero kembali tampil baik dengan melakukan penyelamatan penting, sehingga skor tetap bertahan 1-0.
Menjelang akhir laga, Pisacane memasukkan Andrea Belotti yang baru kembali setelah cedera panjang. Kehadirannya membantu Cagliari mempertahankan bola lebih lama dan mengurangi tekanan lawan dalam fase-fase terakhir pertandingan.
Fakta Penting dari Laga Cagliari vs Cremonese
- Skor akhir: Cagliari 1-0 Cremonese.
- Pencetak gol: Sebastiano Esposito pada menit ke-63.
- Cagliari unggul enam poin atas Cremonese dan Lecce di tiga posisi terbawah.
- Lecce masih memiliki satu pertandingan sisa.
- Emil Audero dan Elia Caprile sama-sama tampil penting lewat sejumlah penyelamatan.
Cagliari menutup pertandingan dengan pertahanan yang disiplin saat Cremonese melancarkan tekanan total di menit-menit akhir. Salah satu ancaman terakhir datang dari Zerbin pada menit ke-93, tetapi Caprile kembali menunjukkan ketenangan untuk menjaga gawang tetap tak kebobolan dan memastikan tiga poin tetap di Unipol Domus.
