Inter Milan pulang dengan tiga poin penting dari markas Como setelah menang dramatis 4-3 pada lanjutan Serie A, Senin (13/4/2026) dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol, tim asuhan Simone Inzaghi membalikkan keadaan lewat performa impresif Marcus Thuram dan Denzel Dumfries yang masing-masing mencetak dua gol.
Hasil ini menjaga Inter tetap nyaman di puncak klasemen sementara dengan keunggulan sembilan poin. Di sisi lain, Como yang tampil agresif sejak awal harus menerima kekalahan pahit meski sempat memberi perlawanan sengit hingga menit-menit akhir.
Como menguasai awal laga
Laga di kandang Como berjalan sesuai rencana tuan rumah pada awal pertandingan. Mereka menekan sejak menit pertama dan memaksa lini belakang Inter bekerja keras untuk meredam serangan cepat dari sayap dan tengah.
Peluang awal Como datang melalui Assane Diao yang melewati dua pemain sebelum tembakannya diblok. Setelah itu, upaya akrobatik Alex Valle sempat membahayakan, tetapi bola justru mengenai kepala Manuel Akanji, sementara tendangan jarak jauh Martin Baturina belum menemui sasaran.
Tekanan Como akhirnya berbuah gol pada menit ke-31. Nico Paz menusuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan yang ditepis Yann Sommer, tetapi bola pantul langsung disambar Alex Valle menjadi gol pembuka.
Inter bangkit sebelum jeda
Inter sempat kesulitan mengembangkan permainan karena absennya Lautaro Martinez dan Yann Bisseck yang cedera. Francesco Pio Esposito dan Francesco Acerbi mendapat kepercayaan tampil sejak awal untuk mengisi posisi yang kosong.
Meski tertinggal dua gol, Inter menolak menyerah dan mulai menemukan ritme menjelang turun minum. Pada masa injury time babak pertama, Marcus Thuram mencetak gol penting setelah lolos dari kawalan Ignace van der Brempt dan menyambar umpan silang Nicolo Barella.
Gol itu mengubah momentum pertandingan dan memberi Inter napas baru. Como yang sebelumnya tampil dominan mulai kehilangan sedikit kontrol setelah keunggulan mereka terpangkas menjadi 2-1 saat jeda.
Thuram dan Dumfries jadi pembeda
Babak kedua menjadi panggung kebangkitan Inter secara penuh. Kesalahan bek Como Marc-Oliver Kempf langsung dimanfaatkan Thuram untuk mencetak gol kedua sekaligus menyamakan kedudukan 2-2 melalui sepakan lob ke gawang kosong.
Inter lalu semakin percaya diri dalam membangun tekanan ke pertahanan lawan. Gol ketiga lahir dari situasi bola mati saat Denzel Dumfries menyambut umpan Hakan Calhanoglu di tiang jauh dengan penyelesaian yang tenang.
Bek sayap asal Belanda itu belum berhenti di situ. Dumfries kembali mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan sundulan Manuel Akanji dari tendangan bebas, sekaligus membawa Inter unggul 4-2.
Como sempat memberi perlawanan hingga akhir
Como masih belum menyerah dan berhasil memperkecil ketertinggalan lewat penalti Lucas Da Cunha. Wasit menunjuk titik putih setelah menilai ada pelanggaran pemain Inter di dalam kotak penalti.
Setelah gol itu, tensi pertandingan meningkat dalam beberapa menit terakhir. Como mendapat peluang emas untuk menyamakan skor melalui Alberto Moreno, tetapi dua percobaannya belum mampu menaklukkan Yann Sommer.
Inter pada akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan 4-3 ini menjadi salah satu hasil paling dramatis Inter musim ini karena mereka sempat berada dalam posisi tertinggal dua gol di kandang lawan.
Fakta penting dari laga Como vs Inter
- Skor akhir: Como 3-4 Inter Milan.
- Inter tertinggal 0-2 sebelum membalikkan keadaan.
- Marcus Thuram mencetak dua gol untuk Inter.
- Denzel Dumfries juga menyumbang dua gol.
- Inter bermain tanpa Lautaro Martinez dan Yann Bisseck karena cedera.
- Hasil ini membuat Inter unggul sembilan poin di puncak klasemen sementara.
- Como turun ke posisi kelima setelah kalah di kandang sendiri.
Respons tak langsung dari jalannya pertandingan
Secara permainan, Inter menunjukkan efisiensi yang sangat tinggi pada saat paling menentukan. Mereka tidak tampil dominan sejak awal, tetapi mampu memanfaatkan momen, kesalahan lawan, dan bola mati untuk membalikkan situasi.
Como sendiri sebenarnya tampil berani dan tidak bermain terlalu berhati-hati meski menghadapi tim papan atas. Namun, kegagalan menjaga keunggulan serta lemahnya antisipasi pada transisi bertahan membuat mereka harus kehilangan poin di laga yang sempat berada dalam genggaman.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com






