Pertina NTT Soroti Identitas Atlet Di Pelatnas, Status Organisasi Dipersoalkan

Ketua Pertina NTT, Semuel Haning, menyoroti status atlet tinju asal Nusa Tenggara Timur yang menurutnya direkomendasikan lewat Pertina, tetapi saat tiba di pemusatan latihan nasional atau Pelatnas justru menerima identitas organisasi lain. Ia menyebut temuan itu terjadi ketika atlet NTT masuk ke Pelatnas dan menerima kartu dari Perbati, bukan dari organisasi yang merekomendasikan mereka.

Semuel menyampaikan hal tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Senin, 13 April 2026, dan menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar urusan administrasi. Menurut dia, perbedaan identitas organisasi dapat memengaruhi pembinaan, kejelasan status atlet, dan arah pengembangan tinju amatir di daerah maupun nasional.

Sorotan Pertina NTT terhadap kartu organisasi atlet

Dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Selasa, 14 April 2026, Semuel mengatakan bahwa atlet NTT yang ia rekomendasikan melalui Pertina malah mendapat kartu Perbati ketika mengikuti Pelatnas. Ia menilai kondisi itu perlu dibuka secara terang karena menyangkut legitimasi organisasi yang membina atlet sejak awal.

“Atlet NTT yang saya rekomendasikan dari Pertina, setibanya di Pelatnas, justru diberikan kartu Perbati. Ini persoalan serius dan akan kami tuntut semua,” ujar Semuel. Pernyataan itu menggambarkan bahwa Pertina NTT melihat ada ketidaksesuaian antara asal rekomendasi atlet dan identitas organisasi yang tercatat di pusat latihan.

Implikasi bagi pembinaan atlet

Menurut Semuel, isu ini tidak boleh dipandang sebagai selisih nama semata karena berpotensi berdampak pada masa depan atlet. Ia menilai kejelasan organisasi amat penting agar pembinaan, pembiayaan, hingga pengakuan resmi terhadap atlet tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Berikut poin utama yang disoroti Pertina NTT:

  1. Atlet direkomendasikan melalui Pertina NTT.
  2. Saat tiba di Pelatnas, atlet menerima kartu dari Perbati.
  3. Pertina NTT menilai adanya ketidaksesuaian identitas organisasi.
  4. Persoalan ini dianggap berdampak pada status pembinaan atlet.
  5. Pihak Pertina NTT menyiapkan langkah hukum untuk memperjelas duduk perkara.

Semuel juga meminta para atlet dan pelatih tetap fokus menjalani latihan. Ia menekankan agar dinamika organisasi tidak mengganggu program pembinaan yang sedang berjalan di Pelatnas.

Sengketa legalitas organisasi tinju amatir

Persoalan ini muncul di tengah sengketa yang sedang berlangsung antara Pertina NTT dan Menteri Pemuda dan Olahraga. Dalam perkara itu, Pertina NTT mempersoalkan legalitas organisasi tinju amatir yang menjadi dasar pembinaan atlet, dan proses pembuktiannya masih berjalan di persidangan.

Semuel menyebut pihaknya menilai legal standing Perbati belum terbukti secara sah di pengadilan. Ia juga mengutip adanya surat dari KONI Pusat yang menurutnya menegaskan bahwa Pertina di bawah pimpinan Dr. Hillary Brigitta Lasut adalah organisasi yang sah.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa sengketa tidak hanya menyangkut administrasi internal, tetapi juga pengakuan formal atas organisasi yang berwenang membina atlet tinju amatir. Dalam konteks olahraga prestasi, kejelasan otoritas sering menjadi penentu bagi alur pembinaan, seleksi, dan keberangkatan atlet ke agenda nasional.

Langkah hukum yang disiapkan Pertina NTT

Selain menempuh jalur perdata, Pertina NTT juga menyiapkan laporan pidana umum dan khusus. Semuel mengatakan langkah itu akan diajukan dalam waktu dekat karena pihaknya menduga ada penggunaan dokumen yang tidak benar.

Ia menyoroti sejumlah akta organisasi yang menurut pihaknya perlu diperiksa lebih jauh. “Kami menduga adanya upaya memasukkan dokumen-dokumen yang tidak benar. Ada tiga akta yang kami soroti, di antaranya terkait ‘Perkumpulan Sasana Besar Tinju Indonesia’ dan ‘Pengurus Besar Tinju’,” kata Semuel.

Rencana pelaporan itu disebut akan dikaitkan dengan Pasal 391 KUHP jo Pasal 20 UU Nomor 1 Tahun 2023. Dalam situasi seperti ini, kejelasan dokumen organisasi menjadi penting karena menyangkut dasar hukum pembinaan atlet dan tata kelola cabang olahraga.

Posisi atlet di tengah konflik organisasi

Di tengah sengketa tersebut, posisi atlet menjadi sorotan paling penting karena mereka tetap harus berlatih dan bersiap menghadapi agenda kompetisi. Ketika identitas organisasi di Pelatnas tidak sejalan dengan surat rekomendasi daerah, kebingungan bisa muncul pada pembinaan harian, pendataan, dan tanggung jawab organisasi.

Semuel meminta agar pihak terkait memberi penjelasan resmi supaya para atlet tidak menerima informasi yang saling bertentangan. Ia menilai transparansi mutlak diperlukan agar proses pembinaan tidak terganggu oleh persoalan administrasi dan sengketa kelembagaan.

Hal yang kini menjadi perhatian publik

  1. Status legal organisasi tinju amatir yang berwenang membina atlet.
  2. Kesesuaian identitas organisasi antara daerah dan Pelatnas.
  3. Dampak sengketa terhadap pembinaan atlet NTT.
  4. Langkah hukum yang akan ditempuh Pertina NTT.
  5. Perlunya klarifikasi resmi agar atlet tidak dirugikan.

Isu ini menambah daftar persoalan tata kelola organisasi olahraga yang kerap mencuat ketika ada perbedaan pengakuan kelembagaan di tingkat pusat dan daerah. Bagi Pertina NTT, kepastian status atlet dan organisasi menjadi kunci agar pembinaan tinju amatir tetap berjalan tanpa menimbulkan keraguan di kalangan pelatih maupun atlet.

Berita Terkait

Back to top button