Panitia pelaksana resmi merilis harga tiket Indonesia Open yang akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 2 hingga 7 Juni. Harga termurah dibuka mulai Rp 40.000, sehingga penonton memiliki pilihan yang lebih terjangkau untuk menyaksikan turnamen bulutangkis level BWF Super 1000 tersebut.
Pengumuman ini disampaikan dalam jumpa pers di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Selasa (14/4/2026). Panitia menyebut kebijakan harga dibuat untuk memperluas akses penonton dan menjaga antusiasme publik terhadap salah satu turnamen paling bergengsi di kalender bulutangkis dunia.
Skema Penjualan Tiket
Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Open, Achmad Budiharto, mengatakan penjualan tiket dibagi dalam tiga mekanisme utama. Jalur itu meliputi presale, tiket harian reguler, dan paket berkelompok untuk hari-hari tertentu.
Menurut Achmad, presale menjadi salah satu cara agar penggemar bisa mendapat harga yang lebih bersahabat. Ia menegaskan sistem tersebut disiapkan agar penonton punya lebih banyak opsi sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Tiga Kategori Tiket
Panitia juga menyederhanakan kelas tiket menjadi tiga kategori, yakni Kategori 1, Kategori 2, dan Kategori 3. Pembagian ini berlaku untuk pertandingan dari babak penyisihan hingga partai final.
Model ini membuat struktur harga lebih mudah dipahami oleh calon penonton. Selain itu, panitia membuka paket khusus untuk perempat final, semifinal, dan final agar penonton bisa memilih sesuai laga yang paling diminati.
Berikut ringkasan harga yang sudah diumumkan panitia:
Day 1 (32 besar) – Presale
- Kategori 3: Rp 40.000
- Kategori 2: Rp 60.000
- Kategori 1: Rp 120.000
Day 1 (32 besar) – Reguler
- Kategori 3: Rp 50.000
- Kategori 2: Rp 75.000
- Kategori 1: Rp 150.000
- Day 3 (16 besar)
- Kategori 3: Rp 80.000
- Kategori 2: Rp 120.000
- Kategori 1: Rp 280.000
Alasan Harga Dibuat Variatif
Perbedaan harga antarhari dan antar-kategori mencerminkan fase pertandingan yang semakin kompetitif. Pada babak awal, penonton bisa memperoleh tiket dengan harga paling rendah, sementara harga naik saat pertandingan memasuki fase yang biasanya menampilkan lebih banyak laga unggulan.
Strategi semacam ini juga umum dipakai dalam turnamen besar untuk menjaga keseimbangan antara keterjangkauan tiket dan nilai komersial ajang. Dalam konteks Indonesia Open, langkah itu penting karena turnamen ini selalu menarik minat tinggi dari pencinta bulutangkis di dalam negeri.
Lokasi dan Daya Tarik Turnamen
Seluruh pertandingan tetap dipusatkan di Istora Senayan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu arena paling ikonik bagi bulutangkis Indonesia. Atmosfer penonton di venue tersebut kerap menjadi daya tarik tambahan bagi para pemain maupun suporter.
Sebagai ajang BWF Super 1000, Indonesia Open menempati level tertinggi dalam rangkaian turnamen bulutangkis reguler. Status itu membuat persaingan di lapangan biasanya diisi oleh wakil-wakil elite dunia, sehingga tiket pertandingan di Istora kerap diburu sejak awal penjualan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Calon Penonton
Calon pembeli tiket perlu mencermati mekanisme penjualan yang disiapkan panitia. Informasi mengenai presale, tiket reguler, dan paket tertentu menjadi penting agar penonton bisa menentukan pilihan lebih cepat saat penjualan dibuka.
Selain itu, pembeli juga perlu memperhatikan kategori hari pertandingan karena harga bisa berubah sesuai babak yang berlangsung. Dengan struktur harga yang sudah diumumkan, penonton kini memiliki gambaran yang lebih jelas untuk mengincar laga favorit di Indonesia Open mendatang.







