Real Madrid Berduka, Santamaria Sang Pilar Era Emas Tewas Pada Usia 96 Tahun

Dunia sepak bola kembali kehilangan salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarahnya. Jose Emilio Santamaria, bek legendaris Real Madrid dan mantan pelatih tim nasional Spanyol, meninggal dunia pada usia 96 tahun pada Rabu, 15 April 2026.

Kabar duka itu dikonfirmasi langsung oleh Real Madrid melalui pernyataan resmi. Klub ibu kota Spanyol tersebut memberi penghormatan kepada Santamaria sebagai salah satu sosok yang ikut membangun fondasi kejayaan Los Blancos di panggung Eropa.

Pilar utama era emas Real Madrid

Santamaria dikenal sebagai bagian penting dari skuad yang membuat Real Madrid mendominasi sepak bola Eropa pada era 1950-an dan 1960-an. Ia bermain bersama nama-nama besar seperti Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas, dua ikon yang ikut mengangkat status klub ke level tertinggi.

Datang dari Nacional, klub asal Uruguay, pada 1957, Santamaria langsung menjadi bagian vital lini belakang Real Madrid. Selama sembilan musim berseragam putih, ia tampil dalam 337 pertandingan resmi di berbagai ajang.

Kejeliannya membaca permainan dan ketenangannya di lini pertahanan membuatnya menjadi salah satu bek paling disegani pada masanya. Peran itu juga membantu Real Madrid menjaga dominasi di kompetisi domestik maupun Eropa.

Deretan gelar bersama Real Madrid

Catatan prestasi Santamaria bersama Real Madrid terbilang sangat lengkap. Ia ikut mempersembahkan empat trofi Piala Eropa, yang kini dikenal sebagai Liga Champions, satu Piala Interkontinental, enam gelar Liga Spanyol, dan satu trofi Copa de Espana.

Berikut daftar gelarnya bersama Real Madrid:

  1. Empat Piala Eropa
  2. Satu Piala Interkontinental
  3. Enam gelar Liga Spanyol
  4. Satu Copa de Espana

Prestasi tersebut menempatkan Santamaria dalam jajaran legenda yang namanya melekat kuat dalam sejarah klub. Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menyebut Santamaria akan selalu dikenang sebagai salah satu simbol besar yang membangun mitos klub.

Karier internasional yang unik

Salah satu hal yang membuat Santamaria berbeda dari banyak pemain lain adalah karier internasionalnya. Ia pernah membela dua negara berbeda, yakni Uruguay sebanyak 25 kali dan Spanyol dalam 16 pertandingan.

Ia tampil untuk Uruguay pada Piala Dunia 1954 di Swiss, lalu memperkuat Spanyol pada Piala Dunia 1962 di Chile setelah memperoleh kewarganegaraan Spanyol. Pengalaman lintas negara itu memperlihatkan besarnya kualitas Santamaria sebagai pemain yang diakui di level tertinggi.

Situasi tersebut juga menjadi cerminan era sepak bola yang berbeda dengan masa kini. Pada periode itu, perpindahan kewarganegaraan dan representasi tim nasional masih memiliki dinamika yang lebih fleksibel dibandingkan aturan modern.

Dari pemain ke pelatih

Setelah pensiun sebagai pemain pada 1966, Santamaria tidak meninggalkan dunia sepak bola. Ia beralih menjadi pelatih dan sempat dipercaya menangani timnas Spanyol pada Piala Dunia 1982.

Selain itu, ia juga memimpin RCD Espanyol selama tujuh musim. Perannya di bangku pelatih menunjukkan bahwa kontribusinya tidak berhenti saat karier bermain usai, karena pengalamannya tetap dibutuhkan dalam pembinaan dan strategi tim.

Real Madrid juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, termasuk istri Santamaria, Nora, serta anak dan cucunya. Kepergian Santamaria menutup perjalanan panjang salah satu tokoh yang memainkan peran besar dalam sejarah klub, tim nasional, dan perkembangan sepak bola Spanyol secara umum.

Terkait