Polres Malang menyiagakan lebih dari 1.300 personel gabungan untuk mengamankan laga Arema FC kontra Persis Solo di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Pengamanan besar ini disiapkan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama pertandingan pekan ke-28 Super League 2025/2026 berlangsung.
Kekuatan pengamanan tersebut melibatkan unsur Polda Jawa Timur, TNI, Satbrimob, Denpom, hingga jajaran Pemerintah Kabupaten Malang. Seluruh unsur bekerja dalam skema terpadu untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan di area dalam stadion maupun di sekitarnya.
Pengamanan Berlapis di Stadion Kanjuruhan
Wakapolres Malang Kompol Bayu Marfiando memimpin apel pengamanan dan memberi arahan langsung kepada petugas yang ditugaskan di lokasi. Ia menekankan pentingnya pemahaman tugas di setiap zona agar petugas bisa bergerak cepat sesuai kebutuhan lapangan.
Bayu juga meminta seluruh personel menghadapi suporter dengan sikap humanis, tetapi tetap tegas saat menjaga keamanan pertandingan. “Seluruh personel harus memahami tugas di masing-masing zona dan bertindak secara humanis namun tetap tegas demi menjaga keamanan pertandingan,” ujarnya.
Skema pengamanan dibagi menjadi empat lapisan atau ring yang mencakup area dalam stadion hingga akses jalan utama menuju Stadion Kanjuruhan. Pola ini dibuat agar pengawasan tidak hanya terpusat di pintu masuk, tetapi juga menjangkau titik-titik yang berpotensi memunculkan kerawanan.
Patroli Mobile dan Pemeriksaan Ketat
Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan bahwa pengamanan dijalankan secara terintegrasi melalui pembagian zona dan patroli bergerak. Tim patroli disebar untuk memantau area yang dianggap rawan sepanjang jalannya pertandingan.
Bambang menyebut lebih dari 1.300 personel gabungan disiagakan dalam pengamanan ini. “Total lebih dari 1.300 personel gabungan kami siagakan untuk mengamankan jalannya pertandingan. Pengamanan dilakukan secara terintegrasi dengan pembagian zona dan patroli mobile,” katanya.
Patroli mobiling juga difokuskan di zona 3 dan zona 4 dengan sasaran barang-barang yang tidak boleh masuk ke area stadion. Petugas memantau potensi gangguan seperti copet, kembang api, minuman keras, senjata tajam, hingga barang berbahaya lainnya.
Selain patroli, aparat menerapkan pemeriksaan ketat di gerbang masuk untuk mencegah penonton membawa benda terlarang. Langkah penyekatan juga dilakukan agar kerumunan massa tidak menumpuk tanpa kendali di sekitar kawasan stadion.
Fokus pada Ketertiban dan Keamanan Penonton
Polres Malang juga menegaskan bahwa penonton tanpa tiket tidak diperbolehkan masuk ke area stadion. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keselamatan bersama selama pertandingan berlangsung.
Pengamanan yang melibatkan banyak unsur ini menunjukkan bahwa laga Arema FC dan Persis Solo dipandang memiliki tingkat atensi tinggi. Dengan pola pengawasan berlapis dan pemeriksaan di titik akses, aparat berupaya memastikan jalannya pertandingan tetap aman bagi pemain, ofisial, dan suporter.
Di sisi lain, keterlibatan pemerintah daerah bersama aparat keamanan menambah kekuatan koordinasi di lapangan. Kehadiran personel dalam jumlah besar diharapkan mampu mengantisipasi gangguan sejak awal dan menjaga pertandingan berjalan sesuai rencana di Stadion Kanjuruhan.
