Napoli Tumbang 0-2 Di Maradona, Lazio Hentikan Rekor Kandang 495 Hari Dan Buka Luka Baru

Author: Qoo Media

Napoli gagal memanfaatkan laga kandang untuk terus menempel papan atas Serie A setelah tumbang 0-2 dari Lazio di Stadio Diego Armando Maradona. Hasil ini membuat langkah Partenopei menuju puncak klasemen tertahan, sementara Lazio pulang dengan kemenangan penting dari laga pekan ke-33 Liga Italia musim 2025/26.

Lazio langsung mengambil kendali lewat gol cepat Matteo Cancellieri pada menit ke-6. Tim tamu lalu memastikan kemenangan melalui sontekan Tomas Basic pada menit ke-57, dan keunggulan dua gol itu bertahan hingga laga usai.

Napoli tertahan di jalur perebutan gelar

Kekalahan ini terasa berat bagi Napoli karena posisi mereka di klasemen tetap berada di urutan kedua dengan 66 poin. Tim asuhan Antonio Conte itu kini tertinggal 12 angka dari Inter Milan yang masih kukuh di puncak.

Dengan sisa kompetisi yang semakin sedikit, situasi tersebut membuat Inter berada dalam posisi sangat menguntungkan untuk mengamankan gelar Serie A. Napoli, di sisi lain, harus menjaga ritme jika ingin tetap mempertahankan peluang dalam persaingan akhir musim.

Lazio juga memperoleh dampak positif dari kemenangan ini karena naik ke peringkat kedelapan dengan koleksi 47 poin dari 33 pertandingan. Hasil tersebut memberi mereka dorongan tambahan dalam persaingan papan tengah dan menjaga jarak dari tim-tim di sekitar mereka.

Catatan kandang Napoli terhenti

Laga ini juga menutup rangkaian impresif Napoli saat bermain di kandang sendiri. Berdasarkan data statistik Opta, Napoli akhirnya menelan kekalahan kandang pertamanya di Serie A setelah bertahan selama 495 hari.

Kekalahan kandang terakhir Napoli di Stadio Maradona terjadi pada 8 Desember 2024, dan menariknya lawan pada saat itu juga Lazio. Fakta ini menambah nilai historis dari kemenangan tim asal ibu kota tersebut, karena mereka kembali mampu menaklukkan Napoli di arena yang sama.

Lazio bahkan mencatat rekor khusus atas hasil ini. Mereka menjadi klub pertama dalam sejarah kasta tertinggi sepak bola Italia yang mampu meraih empat kemenangan tandang beruntun di markas Napoli.

Peran penting lini belakang Lazio

Kemenangan Lazio tidak hanya lahir dari efektivitas serangan, tetapi juga dari organisasi permainan yang rapat. Setelah unggul cepat, tim asuhan Maurizio Sarri mampu menjaga intensitas dan tidak memberi Napoli ruang yang cukup untuk membalikkan keadaan.

Penampilan Lazio di laga ini menunjukkan efisiensi yang tinggi dalam memanfaatkan peluang. Dua gol yang tercipta cukup untuk mengunci tiga poin, sekaligus memperlihatkan bahwa mereka mampu tampil disiplin saat menghadapi tekanan tuan rumah.

Di sisi lain, Napoli tidak mampu mengubah dominasi kandang menjadi hasil akhir yang diharapkan. Ketika kebuntuan sulit dipecah, gol awal Lazio membuat pertandingan berjalan sesuai kendali tim tamu sampai peluit panjang dibunyikan.

Milinkovic-Savic kembali jadi sorotan

Nama Vanja Milinkovic-Savic juga ikut mendapat perhatian setelah laga di Maradona. Kiper tersebut kembali menegaskan reputasinya sebagai penjaga gawang yang piawai membaca arah penalti.

Sejak musim 2021-22, ia tercatat sudah melakukan delapan penyelamatan penalti di lima liga top Eropa. Catatan itu menyamai rekor milik David Soria, dan angka tersebut memperlihatkan konsistensi Milinkovic-Savic dalam situasi krusial.

Pada malam yang berjalan sesuai rencana Lazio, disiplin permainan, gol cepat, dan ketahanan mereka menjaga keunggulan menjadi faktor utama. Napoli pun harus menerima kenyataan bahwa upaya mendekati puncak klasemen kembali tertunda setelah kekalahan 0-2 di kandang sendiri.

Terbaru