Pemerintah dan otoritas olahraga Italia menolak tegas usulan agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026. Penolakan itu muncul setelah gagasan tersebut mencuat di tengah spekulasi soal kemungkinan Iran batal tampil karena situasi politik di Timur Tengah.
Usulan itu datang dari Paolo Zampolli, Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Kerja Sama Global. Zampolli menyampaikan ide agar Italia mengisi slot darurat dan meminta Donald Trump serta Presiden FIFA Gianni Infantino mempertimbangkannya.
Usulan Darurat yang Memicu Reaksi Keras
Zampolli mengaitkan gagasannya dengan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Ia juga menilai Italia layak dipertimbangkan karena statusnya sebagai empat kali juara dunia.
“ I have a dream. My request is for the Italian people and Italian-American citizens,” kata Zampolli seperti dikutip Associated Press, Rabu (22/4/2026). Pernyataan itu langsung memicu respons dari pihak Italia yang menilai ide tersebut tidak masuk akal.
Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi menjadi salah satu pejabat pertama yang menolak usulan itu secara terbuka. “First, it’s impossible. Second, clearly not a good idea,” ujarnya, Kamis (24/4/2026).
Partisipasi Harus Diperoleh di Lapangan
Penolakan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari jajaran otoritas olahraga Italia. Mereka menilai keikutsertaan di turnamen sebesar Piala Dunia harus diperoleh lewat prestasi, bukan lewat penunjukan darurat.
Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio, menyebut gagasan itu sebagai sesuatu yang merendahkan. “I would feel insulted. You have to deserve to go to the World Cup,” katanya.
Sikap serupa juga disampaikan Menteri Keuangan Italia, Giancarlo Giorgetti. Ia menilai saran tersebut memalukan bagi kredibilitas olahraga nasional Italia dan tidak layak dipertimbangkan.
Iran Masih Bersiap, Italia Tetap Absen
Hingga kini, Iran dilaporkan masih menjalani persiapan dan belum menyatakan mundur dari Piala Dunia 2026. Artinya, usulan untuk menggantikan mereka masih berada pada ranah spekulasi dan belum punya dasar resmi dari pihak peserta maupun penyelenggara.
Di sisi lain, Italia memang sudah dipastikan tidak tampil di turnamen itu setelah kalah lewat adu penalti dari Bosnia-Herzegovina di fase play-off. Kekalahan tersebut membuat Italia kembali gagal lolos ke putaran final dan memperpanjang catatan absennya dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Kondisi itu membuat nama Italia kembali masuk perbincangan publik sepak bola dunia, tetapi bukan karena kelayakan sporting semata. Reaksi keras dari pejabat olahraga dan pemerintah menunjukkan bahwa Italia tidak ingin dikaitkan dengan jalan pintas untuk meraih tiket ke Piala Dunia 2026.







