FC Andorra Hancurkan Leganes 4-0 Di Butarque, Ancaman Degradasi Kini Mengintai Tuan Rumah

FC Andorra pulang dari Stadion Butarque dengan kemenangan besar setelah menaklukkan Leganes 4-0 dalam lanjutan liga. Hasil ini bukan hanya membuat tim tamu tampil sebagai pihak yang paling efisien, tetapi juga menjaga peluang mereka untuk terus bersaing menuju zona playoff.

Kemenangan tersebut terasa semakin bernilai karena diraih di markas lawan yang selama ini menjadi tempat sulit bagi banyak tim. Empat gol Els Tricolors dicetak oleh Marc Cardona, Alende, Josep Cerda, dan Theo Le Normand, sementara kekalahan telak itu memicu kekecewaan besar dari ribuan suporter Leganes yang memenuhi stadion.

Leganes Bermain Dominan, tetapi Gagal Menuntaskan Peluang

Leganes sebenarnya memulai laga dengan cukup agresif meski cuaca panas di wilayah Madrid disebut ikut memengaruhi ritme permainan. Duk, Plano, dan Leiva sempat menciptakan ancaman, namun upaya mereka selalu mentah di hadapan kiper Andorra, Owono, yang tampil sigap menjaga gawangnya.

Situasi itu membuat Leganes sulit memaksimalkan keunggulan permainan pada awal babak pertama. Andorra memilih bertahan rapat dan menunggu momen yang tepat untuk menyerang, lalu berhasil memecah kebuntuan di penghujung paruh pertama.

Gol pembuka hadir satu menit sebelum turun minum lewat aksi Marc Cardona. Proses gol itu sempat dicek melalui VAR karena posisi Marcos Leiva dinilai berada dekat dengan jalur serangan, tetapi wasit akhirnya mengesahkannya sehingga Andorra menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Babak Kedua Jadi Titik Jatuh Leganes

Memasuki babak kedua, masalah Leganes justru makin terlihat di lini belakang. Alende memanfaatkan koordinasi pertahanan yang mulai longgar untuk menggandakan keunggulan Andorra menjadi 2-0 pada menit ke-52, dan gol itu mengubah arah pertandingan secara signifikan.

Tekanan Andorra terus berlanjut tanpa banyak perlawanan berarti dari tuan rumah. Josep Cerda kemudian menambah penderitaan Leganes pada menit ke-63 setelah menemukan ruang di sisi kanan pertahanan yang baru saja kosong karena perubahan pemain, membuat skor melebar menjadi 3-0.

Gol keempat datang sepuluh menit sebelum laga berakhir saat Theo Le Normand memanfaatkan kelengahan barisan belakang Leganes. Penyelesaian itu menutup pesta gol Andorra sekaligus memastikan kemenangan telak yang jarang terjadi di laga tandang dengan tekanan sebesar Butarque.

Kekalahan ini juga memantik reaksi keras dari tribun. Para pendukung Leganes menyuarakan protes kepada jajaran direksi dan para pemain, sebagai bentuk kemarahan atas performa tim yang dinilai jauh dari harapan.

Dampak Besar di Papan Klasemen

Hasil di Butarque membuat Leganes tertahan di posisi ke-16 klasemen sementara dengan 42 poin dari 37 pertandingan. Dengan jarak hanya empat poin dari zona degradasi ke Primera RFEF, situasi mereka kini semakin rawan menjelang sisa musim.

Berdasarkan data klasemen yang dilansir AS, persaingan di papan bawah memang semakin ketat setelah pekan ke-37 rampung. Leganes berada di antara tim-tim yang poinnya berdekatan, sehingga satu hasil buruk bisa langsung mengubah posisi mereka secara drastis.

Kondisi itu membuat kekalahan dari Andorra memiliki dampak lebih besar daripada sekadar tersisih di satu pertandingan. Manajemen Leganes kini dituntut segera melakukan evaluasi menyeluruh agar ancaman turun kasta bisa dihindari pada sisa kompetisi yang masih menyisakan tekanan tinggi.

Terkait