SSB Aditama Bahari Sabet Gelar Di Palu, Final U-17 Tuntas 2-0 Atas Dharma Putra

SSB Aditama Bahari berhasil keluar sebagai juara Festival Sepakbola Rakyat di Kota Palu, Sulawesi Tengah, setelah mengalahkan SSB Dharma Putra dengan skor 2-0 pada partai final. Laga penutup kategori U-17 itu menjadi puncak dari rangkaian festival yang digelar di Lapangan Gawalise Tipo sejak 24 April 2026.

Ajang ini menghadirkan delapan akademi sepak bola dari Palu dan sekitarnya, sekaligus mempertemukan kompetisi dengan pembinaan. Selain pertandingan, festival juga menyediakan seminar kepelatihan dan coaching clinic yang diikuti ratusan anak dari berbagai sekolah sepak bola.

Festival yang Dorong Pembinaan dan Ekosistem Sepak Bola

Penyelenggaraan Festival Sepakbola Rakyat di Palu memperlihatkan bahwa pembinaan usia muda tidak hanya soal mengejar trofi. Kegiatan ini juga membuka ruang belajar bagi pemain, pelatih, dan keluarga yang terlibat dalam proses pengembangan bakat sepak bola daerah.

Daftar peserta terdiri dari SSB Dharma Putra, Akademi Persipal, SSB Romet Towale, SSB Amor, SSB Aditama Bahari, Tadulako Soccer School, Gawalise Tipo, dan GPL Lembasada. Kehadiran delapan akademi itu membuat persaingan di kategori U-17 berlangsung lebih hidup dan memberi pengalaman bertanding yang beragam bagi para pemain muda.

Pelatih Nasional Beri Sorotan ke Kualitas Daerah

Dua instruktur yang terlibat dalam kegiatan pembinaan, Ricky Riskandi dan Fabio Oliviera, menilai festival ini punya peran penting bagi penguatan sepak bola usia dini. Ricky Riskandi, yang pernah menjadi asisten pelatih Timnas Putri Indonesia, menyebut kegiatan semacam ini memberi dampak positif bagi grassroots sepakbola Indonesia sekaligus ikut menggerakkan ekonomi daerah.

“Ini merupakan kegiatan positif dalam membangun grassroots sepakbola Indonesia,” kata Ricky Riskandi. Ia juga menilai standarisasi pelatih di Palu sudah cukup baik dan tinggal diarahkan untuk mengangkat level talenta lokal agar bisa berkembang lebih jauh.

Ricky menambahkan bahwa kemajuan sepak bola daerah membutuhkan sinergi antara pelatih, pemain, dan orang tua. Menurut dia, potensi di Sulawesi Tengah akan lebih mudah berkembang jika ekosistemnya bergerak bersama menuju tujuan yang sama.

Fabio Oliviera, yang pernah menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia pada 2012, juga menyoroti semangat peserta yang datang dari berbagai wilayah. Ia melihat banyak talenta muda di Palu yang menunjukkan antusiasme besar untuk mengikuti pembinaan karakter lewat sepak bola.

“Sejauh ini saya melihat banyak talenta-talenta di Palu,” ujar Fabio Oliviera. Ia menilai kegiatan ini penting untuk membangkitkan semangat daerah agar para pemain muda memiliki peluang menuju level sepak bola nasional.

Antusiasme Tinggi dari Komunitas Lokal

Penyelenggara dari Cuwitan Digital menyampaikan apresiasi atas sambutan masyarakat dan komunitas olahraga di Sulawesi Tengah. Mereka melihat tingginya partisipasi sebagai sinyal bahwa program pembinaan usia muda mendapat tempat di tengah masyarakat.

Dyota Pratyaksa, Project Lead Cuwitan Digital, menyebut pihaknya senang dengan antusiasme yang muncul selama festival berlangsung. Ia menegaskan bahwa salah satu prioritas kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada publik mengenai perkembangan olahraga usia muda.

Kombinasi antara pertandingan, pelatihan, dan keterlibatan figur kepelatihan berpengalaman membuat festival ini berjalan lebih dari sekadar turnamen. Di tengah kemenangan SSB Aditama Bahari, acara tersebut juga meninggalkan perhatian pada pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi sepak bola muda di Palu dan wilayah sekitarnya.

Terkait