Villarreal datang ke laga ini dengan tekanan sekaligus peluang besar untuk segera mengunci tiket Liga Champions. Saat menjamu Levante di Stadion de la Ceramica pada Sabtu, 2 Mei 2026, pukul 19.00 WIB, Kapal Selam Kuning punya modal kuat untuk menjaga posisi di zona empat besar La Liga.
Skuad asuhan Marcelino Garcia Toral menempati peringkat ketiga dengan 65 poin dari 33 pertandingan. Kemenangan tipis 2-1 atas Celta Vigo pada laga sebelumnya juga membuat mereka unggul 15 poin dari Real Betis di posisi kelima.
Modal kandang jadi senjata utama
Catatan kandang Villarreal sepanjang musim ini tergolong sangat meyakinkan. Mereka mengumpulkan 40 poin dari 16 pertandingan di markas sendiri, sebuah angka yang mempertegas kekuatan mereka saat bermain di hadapan pendukung sendiri.
Kondisi itu membuat peluang Villarreal untuk meraih hasil positif kembali terbuka lebar. Dalam situasi klasemen seperti sekarang, tambahan tiga poin akan sangat penting untuk menjaga jarak aman dari para pesaing terdekat.
Levante membawa beban yang berbeda
Di sisi lain, Levante datang dengan misi bertahan hidup di kompetisi tertinggi Spanyol. Tim asuhan Luis Castro itu baru saja ditahan imbang 0-0 oleh Espanyol dan masih terjebak di posisi ke-19 dengan 33 poin.
Mereka hanya berjarak dua angka dari zona aman klasemen. Artinya, setiap laga kini bernilai besar bagi Levante untuk keluar dari area degradasi sebelum musim berakhir.
Rekor pertemuan berpihak pada tuan rumah
Secara historis, Villarreal juga punya keunggulan jelas atas Levante. Berdasarkan data ligaolahraga.com, Villarreal mendominasi pertemuan dengan kemenangan pada mayoritas dari 35 laga terakhir, sementara Levante hanya mencatat sembilan kemenangan.
Pada duel pertama musim ini, Villarreal juga berhasil menang tipis 1-0. Hasil itu menambah kepercayaan diri tim tuan rumah, meski laga kali ini tetap membawa tekanan yang berbeda karena kebutuhan poin keduanya sama-sama besar.
Kehilangan pemain dan opsi taktik
Kedua tim sama-sama datang dengan daftar absensi penting akibat cedera. Villarreal dipastikan kehilangan Juan Foyth, Pau Cabanes, Santiago Mourino, dan Tajon Buchanan untuk laga ini.
Levante juga tidak tampil dengan kekuatan penuh karena Adrian de la Fuente, Kareem Tunde, Paco Cortes, dan Unai Elgezabal absen. Meski begitu, Levante mendapat dorongan tambahan lewat kembalinya Ivan Romero dari sanksi larangan bermain.
Marcelino diperkirakan tetap mengandalkan skema 4-4-2 dengan duet Gerard Moreno dan Georges Mikautadze di lini depan. Pilihan itu menunjukkan Villarreal ingin menekan sejak awal dan memaksimalkan peluang di laga kandang yang penting ini.
Dua target, satu laga penentu
Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan ambisi yang saling bertolak belakang. Villarreal mengejar stabilitas di empat besar, sedangkan Levante berjuang keras untuk keluar dari zona merah.
Dengan posisi klasemen yang sangat berbeda, hasil duel di Stadion de la Ceramica bisa berdampak besar bagi arah akhir musim masing-masing tim. Villarreal ingin memastikan langkah mereka ke Liga Champions tetap berada di jalur yang aman, sementara Levante memerlukan poin untuk menjaga harapan bertahan hidup.
