Persik Kediri menunjukkan efektivitas tinggi saat menaklukkan Arema FC 3-2 dalam lanjutan Super League di Stadion Gelora Joko Samudra, Gresik, Jawa Timur. Macan Putih langsung memegang kendali sejak awal dan menutup babak pertama dengan keunggulan tiga gol.
Gol pembuka Persik lahir cepat pada menit kedelapan lewat Ernesto Gomez. Ia memaksimalkan umpan tarik Telmo Castanheira dan membuat gawang Singo Edan kebobolan lebih dulu.
Tekanan Persik tidak berhenti di situ. Pada menit ke-27, Castanheira ikut mencatatkan namanya di papan skor setelah menyambar umpan Krisna Bayu Otto dengan tendangan keras.
Arema FC kesulitan keluar dari tekanan dan justru kembali kebobolan pada menit ke-42. Gomez mencetak gol keduanya lewat aksi solo run yang tidak mampu dihentikan barisan pertahanan lawan.
Keunggulan 3-0 membuat Persik tampil lebih nyaman saat memasuki turun minum. Arema FC kemudian berusaha mengubah jalannya pertandingan pada babak kedua melalui peningkatan intensitas serangan.
Perlawanan Arema baru membuahkan hasil pada menit ke-86. Alberto memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1 setelah menerima operan dari Salim Tuharea di sisi kanan.
Drama berlanjut menjelang laga usai ketika Wallison Maia mencetak gol kedua Arema. Sundulannya sempat ditinjau melalui VAR karena ada indikasi offside sebelum akhirnya disahkan wasit.
Meski Arema memperkecil skor menjadi 3-2, Persik tetap mampu menjaga keunggulan sampai pertandingan berakhir. Hasil ini memberi tiga poin penting bagi tim asal Kediri dalam persaingan klasemen sementara.
Tambahan poin tersebut membuat Persik Kediri mengoleksi 36 poin dan naik ke posisi ke-12 klasemen sementara Super League. Arema FC tertahan di peringkat ke-11 dengan raihan 39 poin setelah gagal menyamakan kedudukan di Gresik.
