Arema FC mengambil langkah tegas saat menghadapi Persik Kediri di pekan ke-31 Super League 2025-2026. Joel Vinicius dicadangkan dan Dalberto dipercaya sebagai ujung tombak di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Minggu (3/5/2026) pukul 15.30 WIB.
Keputusan itu muncul setelah Arema menelan kekalahan telak 0-4 pada laga sebelumnya. Produktivitas Vinicius yang menurun juga ikut menjadi pertimbangan karena penyerang asal Brasil itu belum mencetak gol dalam empat pertandingan terakhir.
Dorongan kebangkitan setelah hasil buruk
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menempatkan laga derbi Jawa Timur ini sebagai momen penting untuk membangkitkan tim. Ia meminta para pemain menunjukkan profesionalisme, harga diri, dan mental yang lebih kuat demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Santos menegaskan bahwa persiapan tim berjalan baik. Ia juga menekankan perlunya motivasi tinggi agar para pemain tampil maksimal di sisa kompetisi.
Juru taktik asal Brasil itu memberi peringatan keras agar Arema tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti saat kalah dari Persebaya. Ia menyebut para pemain sebagai atlet profesional yang dibayar untuk memberi yang terbaik bagi klub.
“Para pemain adalah atlet profesional. Mereka dibayar untuk memberikan yang terbaik bagi Arema. Kami terus menuntut sikap tersebut di akhir musim ini karena kami masih punya peluang untuk naik di klasemen,” kata Marcos Santos.
Santos juga menegaskan tidak akan mentoleransi turunnya semangat juang pada empat pertandingan terakhir. Ia menilai konsistensi menjadi kunci agar Arema tetap punya peluang memperbaiki posisi di papan klasemen.
Vinicius turun, Dalberto naik
Perubahan di lini depan menjadi sorotan utama dalam susunan pemain Arema. Dalberto dipasang sebagai starter, sementara Joel Vinicius berada di bangku cadangan setelah paceklik gol yang berkepanjangan.
Gol terakhir Vinicius tercatat saat Arema menghadapi Bhayangkara FC pada 10 Maret. Catatan itu membuat keputusan teknis tersebut menjadi logis dalam upaya mencari efek kejut di lini serang.
Arema menurunkan Lucas Frigeri di bawah mistar. Di depan Frigeri, posisi belakang diisi Leo Guntara, Walisson Maia, Anwar Rifai, dan Rio Fahmi.
Lini tengah Arema diisi Arkhan Fikri, Matheus Blade, dan Betinho. Sementara sektor depan ditempati Gustavo Franca, Gabriel Silva, dan Dalberto dalam skema 4-3-3.
Persik Kediri incar poin penuh
Di kubu tuan rumah, Persik Kediri juga membawa ambisi besar untuk mengamankan poin penuh. Target itu mereka usung demi menembus papan atas klasemen dan menutup musim dengan peringkat terbaik.
Pelatih Persik, Marcos Reina, hanya melakukan sedikit perubahan dalam komposisi tim. Ia memasukkan Ady Eko sebagai starter untuk menggantikan Imanol Garcia.
“Kami akan terus berusaha dapat poin sebanyak mungkin pada empat pertandingan nanti. Kami ingin finis di peringkat terbaik musim ini,” ujar Marcos Reina.
Persik turun dengan formasi 4-2-3-1. Leo Navacchio mengawal gawang, sementara lini belakang ditempati Rezaldy Hehanussa, Hamra Hehanussa, Muhammad Firly, dan Rendy Sanjaya.
Ady Eko bermain bersama Telmo Catanheira di lini tengah, sedangkan Adrian Luna, Bayu Otto, dan Ernesto Gomez menopang Jose Enrique di depan. Laga ini berlangsung tanpa penonton di Stadion Gelora Joko Samudro karena pertimbangan keamanan antar suporter.
Pertemuan kedua tim pun berjalan dalam tensi yang tinggi, dengan Arema mencoba bangkit lewat perubahan taktikal dan Persik berupaya menjaga ambisi di papan atas. Situasi ini membuat duel di Gresik menjadi salah satu laga penting di fase akhir kompetisi.







