Conor McGregor bersiap menjalani laga comeback besar saat kembali ke oktagon UFC untuk menghadapi Max Holloway di UFC 329. Duel ini menjadi sorotan karena McGregor belum bertarung di oktagon selama lima tahun dan datang dengan status mantan juara dua divisi yang pernah berada di puncak karier MMA.
Menjelang pertarungan di T-Mobile Arena, Las Vegas, pada 11 Juli, McGregor mengaku merasakan perubahan besar dalam dirinya. Ia menegaskan bahwa pengalaman hidup membuatnya tidak lagi sama seperti dulu, meski ada sisi lama yang kembali muncul saat ia kembali berada di lingkungan kompetisi.
Comeback yang Dinanti Setelah Vakum Panjang
Pertarungan melawan Holloway dijadwalkan sebagai laga utama UFC 329 dan berlangsung lima ronde. McGregor akan kembali ke kelas welter untuk keempat kalinya sepanjang karier profesionalnya di MMA.
Lawan yang dihadapi juga bukan nama asing. Holloway pernah menjadi lawan McGregor pada UFC Fight Night 26 di Boston pada 2013, saat keduanya bertarung di kelas bulu.
Dalam duel tersebut, McGregor menang lewat keputusan mutlak juri. Pertemuan itu menjadi salah satu momen awal yang memperkuat reputasinya sebelum mencapai puncak popularitas di UFC.
McGregor Akui Ada Versi Lama yang Kembali Muncul
Saat mulai kembali ke rutinitas petarung profesional, McGregor mengaku merasakan kembali karakter lamanya. Ia menyampaikan hal itu dalam pernyataan yang dikutip dari kanal YouTube UFC di Paramount+.
“Saat kembali ke dunia olahraga ini dan di depan kamera, saya mendapati diri saya kembali menjadi versi lama diri saya,” ujar McGregor. Namun, ia langsung menegaskan bahwa dirinya kini telah berubah dan tidak ingin kembali menjadi sosok yang sama seperti sebelumnya.
“Aku berbeda sekarang. Aku orang yang berbeda,” kata McGregor.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa McGregor tidak hanya mempersiapkan fisik untuk comeback, tetapi juga berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi mental dan cara pandang yang baru. Ekspektasi publik terhadap kembalinya petarung asal Irlandia itu memang sangat besar, mengingat status dan rekam jejaknya di UFC.
Perjalanan Karier yang Naik-Turun
McGregor terakhir meraih kemenangan saat mengalahkan Donald Cerrone dengan TKO pada ronde pertama di UFC 246. Setelah itu, ia menelan dua kekalahan beruntun dari Dustin Poirier di UFC 257 dan UFC 264.
Rangkaian hasil tersebut kemudian diikuti masa vakum panjang dari dunia MMA. Situasi itu membuat comeback melawan Holloway tidak hanya penting secara kompetitif, tetapi juga menjadi ajang pembuktian setelah periode yang berat dalam kariernya.
Sebagai mantan juara kelas bulu dan kelas ringan UFC, McGregor kini menghadapi ujian untuk melihat apakah dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi. Pertemuan dengan Holloway memberi konteks tambahan karena lawannya juga punya sejarah panjang di divisi elite UFC.
Sorotan pada Laga yang Bisa Menentukan Arah Baru
Pertarungan ini menarik perhatian karena mempertemukan dua petarung yang pernah berbagi panggung di masa lalu dan kini datang dengan situasi berbeda. McGregor membawa nama besar, pengalaman, dan beban ekspektasi, sementara Holloway hadir sebagai lawan yang sudah mengenalnya sejak lama.
Bagi McGregor, duel ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa perubahan yang ia rasakan bukan sekadar kata-kata. Ia harus membuktikan apakah versi barunya mampu kembali bersaing setelah absen cukup lama dari oktagon UFC.
Dengan latar sejarah pertemuan, status mantan juara, dan pengakuan McGregor soal dirinya yang kini sudah berbeda, UFC 329 berpotensi menjadi salah satu momen paling penting dalam perjalanan kariernya. Laga melawan Holloway akan menjadi ukuran awal apakah comeback panjang yang dinanti itu bisa mengantar McGregor kembali ke persaingan papan atas MMA.
Source: www.viva.co.id






