Beppe Marotta menegaskan Cristian Chivu akan tetap menjadi pelatih Inter Milan setelah sukses membawa klub meraih Scudetto musim ini. Keputusan itu menutup keraguan yang sempat muncul soal kapasitas Chivu menangani tim besar di level tertinggi.
Gelar juara Liga Italia itu juga mengunci musim Inter dengan cara yang meyakinkan. Nerazzurri memastikan trofi setelah menundukkan Parma 2-0 dan mengoleksi 82 poin, jumlah yang tidak lagi bisa dikejar Napoli di posisi kedua.
Pembuktian Chivu di musim perdananya
Bagi Chivu, pencapaian ini menjadi validasi penting atas langkah Inter yang sempat dinilai berisiko. Sebelum menangani Inter, pelatih asal Rumania itu hanya mencatat setengah musim pengalaman di level senior bersama Parma.
Meski singkat, periode itu justru berakhir positif karena ia berhasil membantu Parma bertahan dari degradasi. Catatan tersebut menjadi modal awal yang akhirnya mendorong Inter memberi kepercayaan penuh kepadanya.
Marotta menyebut keputusan menunjuk Chivu diambil dengan cepat setelah perubahan di kursi pelatih. Inter bergerak segera setelah Simone Inzaghi mengakhiri kontraknya secara bersama pada hari Senin, lalu pada hari berikutnya klub langsung membidik Chivu.
Kepercayaan penuh dari manajemen
Menurut Marotta, pilihan itu bukan langkah tergesa-gesa. Ia menilai penunjukan Chivu lahir dari pertimbangan matang, terutama karena latar belakang sang pelatih yang kuat di dalam dan luar lapangan.
Marotta menyoroti riwayat Chivu sebagai pemain Inter yang pernah memenangi treble. Ia juga mengingat status Chivu sebagai kapten Ajax pada usia 21 tahun, serta keberhasilannya bersama tim muda Inter sebagai pelatih.
Jejak tersebut membuat manajemen melihat Chivu sebagai sosok yang punya fondasi kuat untuk berkembang lebih jauh. Karena itu, Inter tidak hanya ingin mempertahankannya untuk sementara, tetapi juga melihatnya sebagai proyek jangka panjang.
Kontrak panjang dan target bertahan lama
Kontrak Chivu di Inter masih berlaku hingga 2027. Situasi itu membuat klub punya ruang untuk membangun stabilitas, terutama setelah musim ini ditutup dengan gelar juara.
Marotta juga mengakui ada kekurangan pengalaman pada diri Chivu. Namun, ia menegaskan klub siap memberi dukungan penuh agar sang pelatih bisa menutup celah itu sambil terus berkembang bersama tim.
Pernyataan Marotta memperjelas posisi manajemen terhadap masa depan kursi pelatih Inter. Klub menilai Chivu memiliki kualitas besar dan layak bertahan di San Siro selama bertahun-tahun ke depan.
Sikap ini sekaligus menunjukkan bahwa gelar Scudetto tidak hanya berarti trofi untuk Inter, tetapi juga penguatan posisi Chivu di ruang ganti. Setelah sempat dipandang sebelah mata, ia kini berada di jalur yang lebih aman untuk membangun era baru bersama Nerazzurri.







