Borneo FC menjaga tekanan di papan atas Super League 2025/2026 setelah menundukkan Persita Tangerang 2-0 di Stadion Segiri, Samarinda. Hasil ini membuat Pesut Etam mengoleksi 72 poin dan menyamai poin Persib Bandung, meski belum berhasil mengambil alih puncak klasemen.
Kemenangan itu juga mengirim pesan kuat bahwa perebutan gelar masih hidup hingga pekan-pekan terakhir. Dengan sama-sama mengantongi 72 poin dari 31 pertandingan, Borneo FC kini hanya terpaut aturan head-to-head dari Persib yang tetap berada di posisi teratas.
Peralta kembali jadi pembeda
Borneo FC membuka jalan kemenangan lewat gol Mariano Peralta pada menit ke-37. Penyerang asal Argentina itu memanfaatkan kesalahan koordinasi lini belakang Persita untuk membawa tim tuan rumah unggul lebih dulu.
Gol tersebut menambah ketajaman Peralta di musim ini. Koleksinya kini mencapai 16 gol, menyamai catatan Alex Martin dari Dewa United menurut data ANTARA.
Persita kehilangan kendali di babak kedua
Situasi Persita semakin sulit setelah Rayco Rodriguez diganjar kartu merah pada menit ke-58. Bermain dengan sepuluh orang membuat tim tamu kesulitan menahan tekanan Borneo FC di sisa laga.
Keunggulan jumlah pemain itu akhirnya dimaksimalkan Borneo FC menjelang akhir pertandingan. Muhammad Sihran mencetak gol kedua pada menit ke-89 lewat sontekan setelah menerima umpan Koldo Obieta di dalam kotak penalti.
Persaingan gelar makin ketat
Hasil di Samarinda membuat Borneo FC dan Persib Bandung kini memiliki poin identik setelah sama-sama memainkan 31 pertandingan. Namun, Persib tetap berhak memimpin klasemen karena unggul head-to-head atas Borneo FC.
Regulasi kompetisi musim 2025/2026 memang menjadikan head-to-head sebagai penentu utama jika dua tim finis dengan poin sama. Persib memegang keunggulan agregat 4-2 setelah menang 3-1 pada Desember 2025 dan bermain imbang 1-1 pada Maret 2026.
Dengan situasi tersebut, Borneo FC tetap harus bergantung pada hasil tim lain jika ingin merebut posisi pertama. Persib justru berada dalam posisi paling menguntungkan karena secara matematis memegang kendali penuh untuk menjadi juara jika mampu menyapu bersih tiga laga sisa.
Dampak ke papan tengah dan atas
Kekalahan ini membuat Persita Tangerang tertahan di peringkat kesembilan dengan 44 poin. Posisi itu masih menjaga mereka di papan tengah, tetapi hasil di Samarinda menutup peluang untuk naik lebih cepat ke persaingan yang lebih atas.
Di sisi lain, Persija Jakarta tetap menempati posisi ketiga dengan 63 poin setelah bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara pada pekan yang sama. Papan atas pun semakin padat, dengan jarak poin yang masih memungkinkan perubahan besar di tiga pertandingan terakhir musim ini.
