Olahraga padel di Indonesia memasuki fase baru yang lebih serius lewat ajang pembinaan usia dini. Ms Glow For Men Future Junior Championship 2026 hadir sebagai turnamen padel junior nasional pertama yang menyasar atlet U10 hingga U18.
Kompetisi ini digelar di Jakarta Selatan pada 23–24 Mei 2026 dan langsung menarik perhatian besar. Sebanyak 75 pasangan atau 150 atlet muda dari berbagai daerah ikut bersaing untuk unjuk kemampuan di lapangan.
Regenerasi atlet mulai jadi fokus utama
Turnamen ini hadir di tengah meningkatnya minat terhadap padel di Tanah Air. Kehadiran peserta dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Semarang, Banjarmasin, Padang, hingga Makassar menunjukkan bahwa padel mulai berkembang ke banyak wilayah.
Penyebaran peserta itu juga menandakan bahwa padel tidak lagi hanya identik dengan olahraga urban. Di level junior, cabang ini mulai dilihat sebagai ruang kompetisi yang layak untuk dibina secara lebih terstruktur.
Salah satu sorotan terbesar datang dari pembukaan kategori U10 Exhibition. Kategori ini disebut sebagai terobosan karena menjadi kelompok usia termuda yang pernah dipertandingkan dalam turnamen padel di Indonesia.
CEO Ms Glow For Men, Ganesya Widya, menegaskan bahwa ajang ini dirancang untuk mempercepat regenerasi atlet. Ia menyebut pembinaan perlu dimulai sejak usia sangat muda agar ekosistem padel tumbuh lebih kuat.
“Padel bukan lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan cabang olahraga masa depan yang menjanjikan,” ujar Ganesya. Ia menambahkan bahwa turnamen ini ingin memberi ruang kompetisi yang profesional dan positif bagi atlet muda.
Dukungan federasi dan nilai kompetisi resmi
Future Junior Championship 2026 tidak hanya menonjolkan jumlah peserta, tetapi juga standar penyelenggaraan. Pertandingan dibuat berstandar nasional dan mendapat dukungan langsung dari Pengurus Besar Padel Indonesia atau PBPI.
Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai turnamen seperti ini menghadirkan atmosfer kompetisi yang dibutuhkan para atlet muda untuk berkembang.
PBPI juga melihat kolaborasi antara federasi, komunitas, dan pihak swasta sebagai elemen penting dalam mempercepat pertumbuhan padel. Dukungan semacam ini dinilai dapat membantu pembinaan berjalan lebih konsisten dan terarah.
Dari sisi prestasi, turnamen ini punya dampak yang lebih konkret bagi para peserta. Seluruh hasil pertandingan di kategori utama akan dikonversi menjadi Official PBPI Ranking Points.
Artinya, setiap kemenangan tidak hanya berarti lolos atau kalah dalam pertandingan. Hasil itu juga langsung memengaruhi peringkat resmi atlet di level nasional.
Wadah lahirnya bintang muda padel
Kehadiran turnamen junior nasional pertama ini juga memberi sinyal bahwa padel mulai masuk ke tahap pembinaan yang lebih matang. Fokusnya tidak lagi berhenti pada popularitas, tetapi pada proses membangun atlet yang siap bersaing.
Ganesya menilai pembinaan usia dini menjadi kunci untuk melahirkan pemain Indonesia yang mampu menembus level internasional. Pandangan itu sejalan dengan konsep turnamen yang tidak sekadar menampilkan pertandingan, tetapi juga membangun fondasi olahraga yang berkelanjutan.
Ms Glow For Men Future Junior Championship 2026 juga diproyeksikan menjadi agenda tahunan berskala series. Dengan menggabungkan sport, lifestyle, dan family entertainment, ajang ini diarahkan menjadi wadah lahirnya talenta padel masa depan Indonesia lewat semangat “From Future Talents to National Champions”.
Source: www.viva.co.id






