Egy Maulana Vikri Sambut Persaingan Ketat, Tantangan Baru Di Era John Herdman

Egy Maulana Vikri merespons santai persaingan ketat di Timnas Indonesia yang kini berada di bawah arahan John Herdman. Gelandang Dewa United Banten FC itu menilai kondisi tersebut justru bisa membuat skuad Garuda tampil lebih kuat dan merata di setiap lini.

Pemain berusia 25 tahun itu menyebut kompetisi antarpemain sebagai hal yang wajar dalam tim nasional. Menurut dia, semakin banyak pemain berkualitas yang saling bersaing, semakin besar pula peluang Indonesia berkembang.

Persaingan Ketat Dinilai Menguntungkan Timnas

Saat ditemui di Stadion ASIOP, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026), Egy menegaskan tidak melihat persaingan sebagai masalah. Ia justru menilai situasi itu penting agar pelatih memiliki lebih banyak opsi untuk memilih pemain terbaik.

“Ya tidak masalah. Semakin ketat ya semakin bagus untuk Indonesia. Karena siapa pun itu, siapa pun pemainnya, mau bagaimana pun pemainnya, mau dari mana pun pemainnya, seketat itu ya sangat bagus,” kata Egy.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Egy memandang persaingan internal sebagai bagian dari proses pembenahan tim. Dalam pandangannya, skuad nasional yang kompetitif akan lebih siap menghadapi laga-laga besar di level Asia maupun internasional.

Target Besar Jadi Pendorong Motivasi

Egy juga memahami standar tinggi yang dibawa John Herdman. Ia melihat tuntutan tersebut sebagai bagian dari upaya membentuk tim yang lebih kuat dan konsisten dalam mengejar target besar.

Sampai saat ini, Egy belum masuk dalam skuad pilihan Herdman pada beberapa agenda terakhir. Ia juga tidak tampil dalam FIFA Series saat Indonesia menghadapi Saint Kitts dan Nevis serta Bulgaria pada Maret lalu.

Meski begitu, kondisi itu tidak membuatnya kehilangan semangat. Justru, Egy menilai persaingan ketat bisa menjadi dorongan agar dirinya dan pemain lain tampil lebih baik dalam latihan maupun pertandingan.

“Karena lebih baik membuat pelatih pusing untuk menentukan siapa yang terbaik untuk Indonesia menjadi lebih baik. Dan terus-menerus bisa insyaallah semoga menjadi juara dan bisa lolos ke Piala Dunia, di Asia kita lancar semuanya,” ujar mantan pemain Lechia Gdansk itu.

Pengalaman Panjang di Timnas Indonesia

Perjalanan Egy bersama Timnas Indonesia sudah berlangsung cukup lama sejak debutnya pada 2018. Sejauh ini, ia telah mencatat 29 caps dengan kontribusi delapan gol dan tiga assist.

Pengalaman itu membuatnya akrab dengan dinamika pergantian pelatih di skuad Garuda. Egy pernah bekerja di bawah Luis Milla, Shin Tae-yong, hingga Patrick Kluivert, sehingga ia memahami bahwa perubahan pendekatan taktik dan pilihan pemain adalah hal yang biasa terjadi.

Situasi tersebut juga menempatkan Egy dalam posisi yang menuntut konsistensi. Setiap pergantian pelatih membawa tantangan baru, termasuk soal cara meyakinkan staf kepelatihan bahwa dirinya masih layak mendapat tempat di tim.

Fokus ke Klub untuk Kembali Dilirik

Saat ini, Egy memilih menjaga performa bersama Dewa United Banten FC. Penampilan konsisten di level klub menjadi jalan utama baginya untuk kembali mendapat kepercayaan dari Herdman.

Ia berharap kerja keras di klub bisa membuka peluang kembali membela Indonesia pada ajang FIFA Match Day melawan Oman dan Mozambik, serta di Piala ASEAN 2026. Dengan persaingan yang makin ketat, Egy melihat setiap kesempatan tampil sebagai modal penting untuk merebut tempat di skuad Garuda.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button