Platini Gugat Infantino, Luka Lama Skandal FIFA Kembali Terbuka

Michel Platini kembali membuka babak baru dalam perseteruan panjang dengan FIFA. Mantan presiden UEFA itu menggugat Gianni Infantino dan dua mantan pejabat FIFA di Paris dengan tuduhan persekongkolan dan penuntutan jahat.

Gugatan ini terkait dugaan bahwa ada upaya sistematis untuk menyingkirkan Platini dari jalur menuju kursi tertinggi federasi sepak bola dunia. Langkah hukum itu muncul tepat sebelum Piala Dunia 2026 dimulai di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Gugatan yang menyasar tiga nama penting FIFA

Pengacara Platini mengajukan gugatan di Paris terhadap Infantino, mantan direktur hukum FIFA Marco Villiger, dan mantan ketua audit Domenico Scala. Ketiganya dituduh terlibat dalam tindakan yang disebut merugikan posisi Platini dalam persaingan politik internal FIFA.

Menurut pemberitaan City AM yang dikutip Suara.com, tuduhan itu mencakup penuntutan jahat dan suap. Pihak Platini menilai ada rangkaian tindakan yang sengaja diarahkan untuk menghentikan langkahnya di level tertinggi sepak bola dunia.

Latar lama dari skandal suksesi FIFA

Platini sempat menjadi kandidat utama untuk menggantikan Sepp Blatter sebagai presiden FIFA. Situasi berubah pada 2015 ketika Blatter secara efektif dituduh membayar suap kepada Platini agar mendukung masa jabatan keempatnya.

Kasus itu membuat Platini dan Blatter dijatuhi larangan oleh komite etik FIFA terkait pembayaran tidak setia sebesar 2 juta franc Swiss. Meski begitu, keduanya kemudian dibebaskan di pengadilan Swiss.

Platini juga pernah menempuh jalur hukum untuk menuntut kompensasi finansial di Swiss. Langkah itu diarahkan pada dugaan bahwa dirinya sengaja dihalangi dalam suksesi Blatter.

Infantino naik, Platini tersingkir

Gianni Infantino, yang sebelumnya menjadi sekretaris jenderal UEFA di bawah Platini, kemudian memenangkan pemilihan presiden FIFA pada 2016. Sejak saat itu, ia memimpin organisasi itu dan memperkuat kendalinya atas FIFA.

Di sisi lain, Platini berulang kali mengaitkan kejatuhannya dengan proses yang dianggap tidak berjalan adil. Gugatan baru ini mempertegas bahwa ia masih memandang peristiwa lama itu sebagai bagian dari skenario yang memutus peluang politiknya di FIFA.

Waktu gugatan menambah tekanan bagi FIFA

Pengungkapan kasus ini datang pada momen yang sensitif bagi FIFA. Turnamen Piala Dunia 2026 segera dimulai, sementara Infantino dijadwalkan menghadapi media menjelang pembukaan ajang tersebut.

Hingga kini, Infantino maupun FIFA belum memberikan komentar atas gugatan terbaru itu. Namun, sorotan publik terhadap perkara ini diperkirakan akan menambah tekanan pada federasi, terlebih karena Infantino baru saja mendapat sorotan sebagai figur paling berpengaruh dalam daftar kekuatan sepak bola versi City AM.

Source: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button