Tim nasional Amerika Serikat melangkah pasti ke fase gugur Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Australia dan mengamankan kemenangan kedua di Grup D. Hasil ini terasa besar bukan hanya karena tiket lolos sudah di tangan, tetapi juga karena mereka memutus puasa kemenangan beruntun yang bertahan hampir satu abad.
Di Lumen Field, Seattle, Amerika Serikat tampil agresif sejak awal saat laga kedua grup digelar pada Sabtu dini hari WIB. Tekanan tuan rumah membuahkan hasil cepat ketika bek Australia, Cameron Burgess, justru membuat gol bunuh diri pada menit ke-13.
Dominasi sejak babak pertama
Keunggulan awal membuat Amerika Serikat kian nyaman mengontrol permainan. Mereka terus menekan dan menjaga ritme sampai akhirnya Alex Freeman menggandakan skor menjadi 2-0 pada menit ke-43.
Tambahan tiga poin dari laga ini membuat Amerika Serikat mengoleksi enam poin dari dua pertandingan. Dengan raihan itu, mereka dipastikan finis minimal di tiga besar grup, yang berarti lolos otomatis ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026.
Hasil ini juga menandai kelanjutan tren positif mereka di turnamen besar. Empat tahun lalu di Qatar, langkah Amerika Serikat terhenti di Babak 16 Besar setelah kalah 1-3 dari Belanda.
Catatan yang jarang terjadi
Lebih jauh, kemenangan atas Australia membuat Amerika Serikat menyamai catatan bersejarah yang terakhir kali mereka bukukan pada Piala Dunia 1930 di Uruguay. Saat itu, untuk pertama dan terakhir kalinya, skuad Amerika Serikat mampu meraih dua kemenangan beruntun di putaran final Piala Dunia.
Pencapaian kali ini juga menjadi yang terbaik bagi Amerika Serikat di fase grup sejak Piala Dunia 1990. Pada edisi 2010 dan 2022, mereka tidak pernah melampaui lima poin di fase grup.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa tim ini bukan hanya lolos, tetapi juga tampil lebih stabil dibandingkan beberapa edisi sebelumnya. Hasil enam poin dari dua laga memberi ruang besar bagi mereka untuk melangkah dengan kepercayaan diri lebih tinggi.
Target berikutnya: status juara grup
Fokus Amerika Serikat kini bergeser ke laga terakhir fase grup melawan Turki. Mereka hanya membutuhkan hasil imbang pada matchday ketiga yang dijadwalkan berlangsung Jumat pekan depan untuk mengunci status juara Grup D.
Kombinasi kesiapan fisik dan kemampuan taktikal disebut menjadi kunci di balik performa mereka sejauh ini. Weston McKennie menegaskan bahwa timnya punya pemain yang siap tampil dalam duel fisik sekaligus cukup baik dalam penguasaan bola.
“Kami bisa bermain adu fisik karena kami punya para pemain yang siap melakukan itu, dan kami juga punya pemain yang bagus dalam hal penguasaan bola,” ujar gelandang AS itu kepada Reuters. Dengan modal tersebut, Amerika Serikat kini berada di posisi ideal untuk menutup fase grup dengan hasil terbaik dan membawa momentum kuat ke babak gugur.
