Vinicius Menggila di Atlanta, Brasil Pastikan Takhta Juara Grup C

Author: Qoo Media

Brasil memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup C setelah menaklukkan Skotlandia 3-0 di Atlanta Stadium, Amerika Serikat. Hasil ini membuat Selecao mengoleksi tujuh poin dari tiga laga dan finis di puncak klasemen karena unggul selisih gol atas Maroko yang juga meraih tujuh poin.

Skotlandia harus puas berada di posisi ketiga dengan tiga poin. Tartan Army kini menunggu peluang lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik, sementara Brasil melaju dengan modal permainan yang sangat meyakinkan sejak menit awal.

Vinicius Junior Jadi Pembeda Sejak Awal

Brasil langsung menekan dan memanfaatkan kesalahan di lini belakang Skotlandia pada menit ketujuh. Vinicius Junior bergerak cepat menyambar bola dan menaklukkan Angus Gunn dari jarak dekat untuk membuka keunggulan 1-0.

Gol cepat itu membuat Brasil lebih leluasa menguasai permainan. Skotlandia sempat terpukul dan kesulitan membangun serangan yang rapi pada fase awal laga.

Vinicius bahkan sempat mencetak gol lagi pada menit ke-22 setelah kembali memanfaatkan kelengahan lawan. Namun, wasit menganulirnya setelah meninjau VAR dan menyatakan ada pelanggaran dalam proses serangan.

Bruno Guimaraes Menjadi Penghubung Serangan

Meski gol kedua Vinicius dibatalkan, Brasil tetap menjaga tekanan. Menjelang turun minum, Bruno Guimaraes mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Vinicius pada menit ke-45+3.

Bola mengarah ke sisi kiri gawang dan tak mampu dijangkau Gunn. Gol itu menegaskan dominasi Brasil di babak pertama sekaligus memperlihatkan efektivitas serangan mereka dari sisi sayap dan bola silang.

Brasil sebenarnya hampir menambah gol melalui Rayan beberapa menit kemudian. Namun, Gunn masih mampu melakukan penyelamatan penting untuk mencegah skor melebar lebih jauh sebelum jeda.

Matheus Cunha Menutup Pesta Gol Selecao

Skotlandia mencoba keluar menyerang setelah turun minum, tetapi upaya itu justru membuka ruang untuk Brasil. Pada menit ke-60, Bruno Guimaraes lagi-lagi berperan besar saat mengirim umpan matang ke Matheus Cunha di dalam kotak penalti.

Cunha menyelesaikannya dengan tembakan sentuhan pertama yang bersarang di sudut kanan bawah gawang. Gol itu membuat Brasil menjauh 3-0 dan praktis mengunci hasil pertandingan.

Carlo Ancelotti kemudian merotasi timnya untuk menjaga intensitas permainan. Neymar juga masuk pada menit ke-76 untuk menambah variasi serangan Brasil di lini depan.

Alisson Menjaga Gawang Tetap Bersih

Meski tertinggal tiga gol, Skotlandia tetap mencari peluang untuk memperkecil ketertinggalan. Scott McTominay menjadi ancaman paling serius bagi Brasil pada babak kedua.

Namun, Alisson Becker tampil sigap di bawah mistar. Ia menggagalkan sundulan McTominay pada menit ke-64 dan kembali melakukan penyelamatan krusial di masa injury time.

Ketenangan Alisson membuat Brasil mempertahankan clean sheet hingga laga selesai. Skor 3-0 tidak berubah dan hasil ini menegaskan keunggulan Selecao atas lawannya.

Susunan Pemain dan Gambaran Laga

Brasil tampil dengan komposisi 4-3-3 yang diisi Alisson, Danilo, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos, Casemiro, Bruno Guimaraes, Lucas Paqueta, Rayan, Matheus Cunha, dan Vinicius Junior. Skotlandia menggunakan formasi 4-4-1-1 dengan Angus Gunn sebagai penjaga gawang dan Scott McTominay di lini tengah.

Secara keseluruhan, Brasil menunjukkan keseimbangan antara agresivitas serangan dan disiplin bertahan. Vinicius menjadi sorotan utama, Bruno Guimaraes menjadi motor kreatif, dan Alisson memastikan kemenangan besar itu berakhir tanpa kebobolan.

Source: www.medcom.id
Terbaru