Beccacece Siapkan Ekuador Hancurkan Mimpi Tuan Rumah, Incar Tiket 16 Besar

Author: Qoo Media

Pelatih timnas Ekuador, Sebastian Beccacece, menegaskan timnya datang ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan tekad besar. Ia ingin Ekuador merusak mimpi tuan rumah Meksiko saat kedua tim saling berhadapan dalam laga hidup-mati untuk tiket ke 16 besar.

Beccacece meminta para pemainnya tampil dengan karakter kuat meski harus bermain di hadapan puluhan ribu suporter lawan. Ia percaya pertandingan seperti ini tidak ditentukan oleh status tuan rumah, melainkan oleh keberanian dan eksekusi di lapangan.

Beccacece ingin Ekuador menulis akhir cerita sendiri

Pelatih asal Argentina itu menggambarkan perannya seperti seorang penulis naskah. Ia menyusun arah permainan, tetapi para pemainlah yang menjalankan cerita tersebut sampai laga selesai.

“Pelatih menciptakan sebuah narasi. Kami membayangkan sesuatu, mengamatinya, lalu menyusun sebuah cerita yang kemudian dijalankan oleh para pemain,” ujar Beccacece kepada laman resmi FIFA, Rabu (1/7/2026).

Ia menambahkan bahwa tugas staf pelatih adalah menyesuaikan diri dengan komposisi tim yang ada. Dari sana, Ekuador mencoba membangun kisah yang diharapkan berakhir manis bagi publik mereka.

Filosofi seni yang memengaruhi pendekatan permainan

Beccacece dikenal menyukai seni, termasuk film, musik, dan teater. Cara pandangnya itu ikut membentuk pendekatan kepelatihannya di Ekuador, dengan penekanan pada proses, pembelajaran, dan respons terhadap hasil sebelumnya.

Ia mendorong timnya untuk tidak terlalu lama larut dalam satu hasil. Fokus utama, menurut dia, selalu tertuju pada pertandingan berikutnya dan tantangan yang langsung menunggu di depan.

Pendekatan tersebut terlihat saat Ekuador melewati fase grup dengan hasil yang naik turun. Mereka kalah dari Pantai Gading, bermain imbang melawan Curacao, lalu mencetak kemenangan mengejutkan atas Jerman untuk memastikan tempat di fase gugur.

Hasil fase grup sudah lewat

Meski sukses menembus babak 32 besar, Beccacece menolak untuk terus memikirkan apa yang sudah terjadi di fase grup. Ia menilai pencapaian itu penting, tetapi tidak lagi relevan untuk duel melawan Meksiko.

“Apa yang baru saja kami capai kini sudah menjadi sejarah. Fokus kami sepenuhnya tertuju pada perjalanan yang ada di depan,” ucapnya.

Sikap itu sejalan dengan pesan yang terus ia tekankan kepada para pemain. Ekuador diminta menjaga konsentrasi penuh, karena satu laga saja bisa menentukan nasib mereka di turnamen ini.

Menolak label underdog

Menjelang laga melawan Meksiko, Beccacece juga menolak anggapan bahwa Ekuador berada dalam posisi lebih lemah. Ia tidak melihat status tuan rumah otomatis membuat Meksiko lebih diunggulkan.

“Pesepak bola sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Tidak ada tim favorit dalam sepak bola. Yang menentukan hanyalah apa yang terjadi di lapangan,” katanya.

Bagi Beccacece, semua pembicaraan sebelum kick-off akan hilang begitu pertandingan dimulai. Karena itu, ia menuntut Ekuador bermain berani sejak awal dan tidak terpengaruh tekanan atmosfer stadion.

Misi mengulang sejarah lama

Piala Dunia 2026 menjadi penampilan kelima Ekuador di turnamen ini. Catatan terbaik mereka sejauh ini terjadi pada Piala Dunia 2006 di Jerman, saat berhasil mencapai babak 16 besar.

Kini, Ekuador ingin minimal menyamai, bahkan melampaui, pencapaian tersebut. Tantangannya tidak ringan karena Meksiko disebut memiliki rekor kandang yang sangat kuat di Mexico City Stadium, sehingga Ekuador harus tampil disiplin untuk membuka jalan ke fase berikutnya.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru