Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali mengibarkan bendera Merah Putih di panggung dunia setelah merebut medali emas pada World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia. Atlet panjat tebing asal Bali itu tampil paling cepat di nomor speed individu putri dan menutup final dengan catatan 6,54 detik.
Hasil tersebut menjadi sorotan karena Desak mampu menjaga performa sejak fase awal hingga partai puncak. Di tengah tekanan lawan-lawan kuat, ia tetap stabil dan memastikan Indonesia pulang dengan emas bergengsi dari seri Krakow.
Final sengit di antara pemanjat terbaik
Laga penentuan nomor speed putri mempertemukan empat atlet terbaik dalam format empat jalur. Desak harus berhadapan dengan dua wakil tuan rumah, Natalia Kalucka dan Aleksandra Miroslaw, serta atlet Amerika Serikat, Emma Hunt.
Persaingan berlangsung ketat karena setiap jalur hanya meloloskan dua atlet dengan waktu terbaik ke final. Dari situ, Desak lolos bersama Emma Hunt, sementara Natalia Kalucka dan Aleksandra Miroslaw juga mengamankan tempat dari jalur lain.
Pada final, Desak menunjukkan ketenangan yang menentukan. Natalia Kalucka finis dengan waktu 6,62 detik dan meraih perak, sedangkan Emma Hunt membawa pulang perunggu setelah mencatat 11,37 detik.
Apresiasi dari tim pelatih
Keberhasilan Desak disambut penuh syukur oleh tim pelatih Indonesia. Asisten Pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia, Fitriyani, menilai hasil itu lahir dari kerja keras atlet dan seluruh tim.
“Alhamdulillah Desak meraih emas, ini buah kerja keras atlet dan tim secara menyeluruh,” kata Fitriyani.
Pernyataan itu menegaskan bahwa capaian Desak bukan hasil instan. Di nomor speed yang sangat bergantung pada reaksi, ritme, dan ketenangan, persiapan tim memegang peran penting dalam menjaga konsistensi atlet di tiap babak.
Langkah Indonesia di Krakow
Perjalanan Desak ke podium tertinggi juga tidak lepas dari persaingan internal dan eksternal yang ketat. Pada semifinal dengan format empat jalur, ia bersaing melawan Emma Hunt, Natalia Kalucka, dan atlet China, Yuju Mou.
Di jalur lain, Aleksandra Miroslaw bertarung dengan Natalia Kalucka, Leslie Adriana Romero Perez dari Spanyol, dan Polina Khalkevych asal Ukraina. Situasi itu membuat babak semifinal berjalan padat dan menuntut setiap atlet tampil tanpa kesalahan.
Selain Desak, dua wakil Indonesia di sektor putri, Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih, harus terhenti di perempat final. Meski begitu, keduanya sudah melewati kualifikasi dan babak 16 besar dari total 32 atlet yang ambil bagian.
Pada seri World Climbing Series Krakow 2026 yang berlangsung pada 3-5 Juli, Indonesia mengirim tujuh atlet untuk nomor speed. Tiga atlet putri yang turun adalah Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji’ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih, sedangkan sektor putra diisi Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, Veddriq Leonardo, dan Antasyafi Robby Al Hilmi.
Selain nomor speed individu putra dan putri, tim Merah Putih juga ambil bagian pada nomor relay putra, relay putri, dan relay campuran. Kehadiran banyak wakil di berbagai nomor menunjukkan Indonesia tetap menjaga daya saing di ajang panjat tebing dunia, dengan Desak menjadi sosok yang paling mencuri perhatian lewat emas di Krakow.
Source: www.viva.co.id






