Nathan Ake resmi meninggalkan Manchester City dan melanjutkan kariernya bersama Fenerbahce pada bursa transfer musim panas ini. Kepastian itu diumumkan langsung oleh Manchester City melalui situs resmi klub setelah kesepakatan dengan klub asal Turki tersebut tercapai.
Bek asal Belanda berusia 31 tahun itu menutup enam tahun masa baktinya di Etihad Stadium. City menyebut Ake sudah bergabung dengan Fenerbahce dan tinggal menunggu proses izin internasional sebelum transfernya rampung sepenuhnya.
Nilai transfer dan detail kesepakatan
Menurut data Transfermarkt, kepindahan Ake ke Istanbul bernilai 7 juta poundsterling atau sekitar Rp154 miliar. Nilai itu masih bisa naik menjadi 8,5 juta poundsterling atau sekitar Rp187 miliar jika klausul tambahan dan bonus performa terpenuhi.
Transfer ini juga menjadi akhir dari rangkaian panjang perjalanan Ake di Manchester City sejak datang dari Bournemouth pada musim panas 2020. Saat itu, City membayar 41 juta poundsterling untuk memboyongnya ke Manchester.
Meski kontraknya masih menyisakan satu musim, kedua pihak memilih berpisah lebih cepat. Situasi itu membuka jalan bagi Ake untuk memulai tantangan baru bersama Fenerbahce di Liga Turki.
Jejak sukses bersama Manchester City
Selama berseragam City, Ake ikut dalam periode paling sukses klub di bawah Pep Guardiola. Ia menjadi bagian dari skuad yang meraih sembilan trofi besar selama enam tahun terakhir.
Rinciannya terdiri dari empat gelar Liga Inggris, satu trofi Liga Champions, dua Piala FA, dan dua Piala Liga Inggris. Pencapaian itu menempatkan Ake sebagai salah satu anggota penting dalam era dominasi City di sepak bola Inggris dan Eropa.
Dalam pesan perpisahannya, Ake menyebut masa di Manchester City sebagai pengalaman yang membanggakan. Ia juga menegaskan rasa syukurnya bisa terlibat dalam skuad yang berhasil mencatat sejarah, termasuk saat meraih treble winner.
Menit bermain yang semakin terbatas
Meski pernah jadi pilihan utama di lini belakang, peran Ake mulai menyusut pada musim terakhirnya. Cedera yang sempat mengganggu di awal kariernya kembali menjadi faktor, sementara persaingan di posisi bek tengah dan bek kiri semakin ketat.
Musim lalu, Ake hanya tampil 18 kali di Liga Inggris. Dari jumlah itu, ia hanya enam kali masuk sebagai starter, sehingga kesempatan bermain regulernya semakin terbatas.
Kondisi tersebut diduga kuat menjadi salah satu alasan utama di balik keputusannya untuk pindah. Fenerbahce kini mendapat tambahan pemain berpengalaman yang pernah merasakan persaingan tingkat tertinggi bersama Manchester City.
