Persebaya Surabaya memanfaatkan Piala Presiden 2026 sebagai ruang pematangan tim sebelum tampil di Super League musim 2026/2027. Turnamen pramusim ini dianggap penting karena memberi kesempatan bagi skuad Bajul Ijo untuk mengukur kesiapan fisik, mental, dan kekompakan permainan.
Kiper utama Persebaya, Ernando Ari, menilai ajang ini bukan sekadar pemanasan. Ia melihat Piala Presiden sebagai panggung untuk meningkatkan performa individu sekaligus membangun ritme tim lewat pertandingan yang kompetitif.
Ajang untuk menguji kesiapan
Ernando menegaskan bahwa laga-laga pramusim bisa membantu tim membaca sejauh mana persiapan yang sudah dijalani. Semakin banyak pertandingan dengan tensi tinggi, menurut dia, semakin matang pula kesiapan Persebaya saat kompetisi resmi dimulai.
Ia juga menyoroti nilai penting dari pengalaman bertanding melawan lawan-lawan yang kuat. Situasi itu dinilai bisa mempercepat adaptasi pemain, terutama dalam menghadapi tekanan pertandingan dan tuntutan permainan yang lebih disiplin.
“Piala Presiden merupakan turnamen pramusim, ini kesempatan bagus buat kami pemain untuk mematangkan sebelum kompetisi digelar,” ujar Ernando di Surabaya, Selasa (7/7).
Peluang menambah jam terbang
Selain untuk menjaga kondisi permainan, Piala Presiden juga dipandang sebagai sarana menambah jam terbang. Bagi pemain, laga kompetitif seperti ini memberi pengalaman yang tidak selalu didapat dari latihan rutin di lapangan.
Ernando menilai atmosfer pertandingan pramusim tetap bisa memberi tantangan nyata bagi pemain. Dari situ, tim dapat menilai aspek apa saja yang masih perlu diperbaiki sebelum memasuki musim baru.
Penjaga gawang timnas Indonesia itu juga melihat turnamen ini sebagai kesempatan menunjukkan kualitas di level klub. Performa yang baik di ajang bergengsi seperti Piala Presiden berpeluang menarik perhatian staf pelatih tim nasional.
“Siapa tahu pelatih timnas nonton pertandingannya, bisa jadi salah satu opsi untuk melihat performa di klub dan Timnas,” tambahnya.
Komposisi grup memberi tantangan tambahan
PSSI telah menyiapkan dua stadion sebagai venue Piala Presiden 2026, yaitu Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya dan Stadion Si Jalak Harupat di Bandung. Turnamen edisi kedelapan ini dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juni hingga 6 Agustus 2026.
Sebanyak delapan klub akan ambil bagian dan dibagi ke dalam dua grup. Persebaya berada di Grup B bersama Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC dari Thailand.
Kehadiran klub luar negeri dalam turnamen ini memberi warna berbeda bagi persaingan. Bagi Persebaya, lawan-lawan tersebut bukan hanya menjadi ujian teknis, tetapi juga kesempatan untuk merasakan level kompetisi yang lebih beragam sebelum memasuki Super League 2026/2027.
Pembagian grup Piala Presiden 2026
- Grup A, Bandung: Persib Bandung, Arema FC, DPMM FC, dan Tampines Rovers FC.
- Grup B, Surabaya: Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC.
Dengan komposisi seperti itu, Piala Presiden 2026 menjadi ajang yang relevan bagi Persebaya untuk mengukur kedalaman skuad dan membangun kesiapan tim secara lebih utuh. Hasil di turnamen ini bisa menjadi gambaran awal bagaimana Bajul Ijo menata langkah menuju kompetisi resmi yang menanti setelahnya.
Source: mediaindonesia.com






