Tradisi panjang yang menyertai final Piala Dunia kini berada di ujung tanduk. Sejak 1982, selalu ada perwakilan Inter Milan dan Bayern Munchen di partai puncak, tetapi Piala Dunia 2026 bisa memutus rantai itu.
Kunci kelanjutan tradisi tersebut ada di tangan Timnas Prancis. Jika Prancis gagal menembus final, catatan unik yang sudah bertahan 44 tahun itu dipastikan berakhir.
Tradisi yang lahir sejak final 1982
Semua bermula pada final Piala Dunia 1982 ketika Jerman Barat menghadapi Italia. Saat itu, Inter Milan diwakili Giuseppe Bergomi, Gabriele Oriali, dan Alessandro Altobelli dari kubu Italia, sedangkan Bayern Munchen punya Karl-Heinz Rummenigge, Paul Breitner, dan Wolfgang Dremmler di Timnas Jerman Barat.
Empat tahun kemudian, pola itu berlanjut lagi. Karl-Heinz Rummenigge sudah berseragam Inter Milan saat Jerman Barat bertemu Argentina di final Piala Dunia 1986, sementara Bayern Munchen diwakili Lothar Matthäus, Dieter Hoeness, dan Norbert Eder.
Tradisi tersebut tetap hidup di banyak edisi berikutnya, termasuk Piala Dunia 2022. Pada final terakhir itu, Inter Milan diwakili Lautaro Martínez dari Argentina, sedangkan Bayern Munchen menyumbang Dayot Upamecano, Benjamin Pavard, dan Kingsley Coman yang semuanya tampil untuk Prancis.
| Tahun | Pemain Inter Milan | Pemain Bayern Munchen |
|---|---|---|
| 1982 | Giuseppe Bergomi, Gabriele Oriali, Alessandro Altobelli (Italia) | Karl-Heinz Rummenigge, Paul Breitner, Wolfgang Dremmler (Jerman Barat) |
| 1986 | Karl-Heinz Rummenigge (Jerman Barat) | Lothar Matthäus, Dieter Hoeneß, Norbert Eder (Jerman Barat) |
| 1990 | Lothar Matthäus, Andreas Brehme, Jürgen Klinsmann (Jerman Barat) | Klaus Augenthaler, Jürgen Kohler, Stefan Reuter (Jerman Barat) |
| 1994 | Nicola Berti (Italia) | Jorginho (Brasil) |
| 1998 | Ronaldo (Brasil), Youri Djorkaeff (Prancis) | Bixente Lizarazu (Prancis) |
| 2002 | Ronaldo (Brasil) | Oliver Kahn, Thomas Linke, Jens Jeremies (Jerman) |
| 2006 | Marco Materazzi (Italia) | Willy Sagnol (Prancis) |
| 2010 | Wesley Sneijder (Belanda) | Arjen Robben, Mark van Bommel, Edson Braafheid (Belanda) |
| 2014 | Rodrigo Palacio (Argentina) | Manuel Neuer, Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, Thomas Müller, Toni Kroos, Jérôme Boateng, Mario Götze (Jerman) |
| 2018 | Ivan Perišić, Marcelo Brozović (Kroasia) | Corentin Tolisso (Prancis) |
| 2022 | Lautaro Martínez (Argentina) | Dayot Upamecano, Benjamin Pavard, Kingsley Coman (Prancis) |
Prancis memegang peran paling menentukan
Di Piala Dunia 2026, Prancis memiliki Marcus Thuram dari Inter Milan serta Dayot Upamecano dan Michael Olise dari Bayern Munchen. Karena itu, peluang tradisi ini bertahan sangat bergantung pada hasil Les Bleus di semifinal.
Prancis akan berhadapan dengan Spanyol, dan jika kalah maka final tidak akan melibatkan pemain dari kedua klub itu lewat jalur mereka. Bola.bisnis.com mencatat, Spanyol sendiri tidak punya pemain dari Inter Milan maupun Bayern Munchen untuk semifinal tersebut.
Skenario lain juga tak kalah rumit. Di bagan bawah, Inggris akan menghadapi Argentina, dengan Inggris hanya punya Harry Kane dari Bayern Munchen dan Argentina mengandalkan Lautaro Martínez dari Inter Milan.
Artinya, jika final mempertemukan Spanyol dengan Inggris, maka tidak ada perwakilan Inter Milan. Sebaliknya, jika Spanyol bertemu Argentina, maka Bayern Munchen tak kebagian wakil di partai puncak.
Dengan situasi itu, Prancis menjadi satu-satunya tim yang benar-benar memegang kunci untuk menjaga tradisi 44 tahun tersebut tetap hidup. Hasil semifinal mereka akan menentukan apakah sejarah panjang Inter Milan dan Bayern Munchen di final Piala Dunia berlanjut atau terputus di edisi 2026.
