Achmad Jufriyanto resmi menutup perjalanan sebagai pemain dan langsung beralih fokus menjadi asisten pelatih Persib Bandung. Keputusan ini membuat perannya di tim berubah total, dari sosok di lapangan menjadi pengarah dari pinggir lapangan.
Persib menunjuk Jufriyanto berdasarkan rekomendasi Igor Tolic selaku pelatih kepala tim. Pengumuman resmi soal peran barunya juga sudah dilakukan klub sejak Sabtu, 11 Juli 2026.
Transisi yang sudah lama disiapkan
Jufriyanto, atau Jupe, sebenarnya tidak asing dengan peran ganda. Dalam beberapa musim terakhir, ia sudah menjalani status sebagai player-coach dan masih sempat mendapat kesempatan bermain satu hingga dua kali.
Namun, dengan usia yang sudah mendekati kepala empat, kontribusinya di skuad kini lebih banyak sebagai pelengkap. Penampilan terakhirnya terjadi di Liga 1 2024/25, saat ia mencatat dua penampilan.
Peralihan menuju kursi pelatih disebut bukan sesuatu yang sulit bagi Jupe. Ia bahkan mengaku mulai menikmati peran barunya meski hanya berbeda pada seragam yang dikenakan.
“Intinya gak ada yang berbeda, cuman bajunya saja yang berbeda, tapi saya mulai menikmati peran saya,” kata Jupe, dikutip dari detikJabar.
Tanggung jawab yang kini lebih besar
Bagi Jupe, menjadi asisten pelatih berarti memikul tanggung jawab yang tidak ringan. Ia sudah lama menjadi bagian Persib sejak datang ke klub pada 2013 dan sempat beberapa kali pergi sebelum akhirnya kembali lagi.
Ia pernah membela Sriwijaya pada 2016, Kuala Lumpur pada 2018, dan Bhayangkara pada 2020. Meski begitu, kisahnya bersama Persib selalu berulang karena ia terus kembali ke Bandung.
Jupe juga menyampaikan terima kasih kepada Bojan Hodak yang menurutnya memberi kesempatan besar dalam tiga tahun terakhir. Kesempatan itu membuat dirinya bisa sampai di titik sekarang sebagai bagian dari staf pelatih.
“Saya terima kasih kepada coach Bojan (Hodak) yang memberikan kesempatan di 3 tahun ke belakang ini, memberikan peluang sampai saya ada di posisi ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tugas barunya menuntut dirinya lebih aktif menyampaikan informasi dari pelatih ke pemain. Jika sebelumnya peran itu belum bisa dijalankan secara maksimal, kini ia harus bisa melakukannya secepat dan sejelas mungkin.
“Sebenarnya dengan status saya dua tahun ke belakang sebagai player coach dan tahun ini artinya harus lebih aktif untuk memberikan informasi dari pelatih ke pemain, kalau sebelumnya belum bisa menyampaikan secara maksimal, saya harus bisa menyampaikan secepat mungkin dan clear mungkin,” ucap Jupe.
Jupe juga menyoroti dukungan manajemen Persib yang mewujudkan kesempatan tersebut. Ia menilai tantangan berikutnya adalah memanfaatkan peluang itu sebaik mungkin dan tetap berkontribusi seperti saat masih bermain.
“Terima kasih kepada manajemen yang sudah mewujudkan kesempatan itu buat saya, sekarang bagaimana saya bisa memanfaatkan kesempatan itu dan berkontribusi seperti saat saya bermain,” tutur pria asal Tangerang itu.
Source: sport.detik.com






