Owen dan Joe Hart Soroti Keputusan Tuchel, Inggris Kehilangan Kendali Usai Unggul

Thomas Tuchel mendapat sorotan tajam setelah Inggris gagal mempertahankan keunggulan dan kalah 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. Keputusan mengubah pendekatan setelah Anthony Gordon mencetak gol justru dianggap membuka jalan bagi kebangkitan lawan.

Inggris sempat berada di atas angin ketika Gordon membawa mereka unggul pada menit ke-55. Namun, Argentina membalikkan keadaan lewat gol Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada menit ke-90+2 di Stadion Atlanta.

Kritik dari Owen dan Joe Hart

Kritik paling keras datang dari Michael Owen dan Joe Hart, dua mantan pemain timnas Inggris yang menilai The Three Lions kehilangan kendali saat mencoba mempertahankan skor. Keduanya menyoroti perubahan yang dilakukan Tuchel ketika timnya masih memimpin 1-0.

Owen bahkan menilai Inggris punya kualitas lebih baik ketimbang Argentina dalam laga itu, meski pada akhirnya tetap pantas kalah. Melalui media sosial X, ia menulis, “Saya tidak ragu kami adalah tim yang lebih baik daripada Argentina. Namun, pada akhirnya kami pantas kalah. Bahkan skornya bisa saja 1-4,” dikutip dari AFP.

Mantan striker Liverpool dan Real Madrid itu juga mempertanyakan keputusan Tuchel memasukkan tiga pemain bertahan saat Inggris masih unggul. Menurutnya, sikap terlalu defensif membuat Inggris justru terus berada di bawah tekanan.

“Memasukkan tiga bek saat unggul 1-0. Pesan apa yang ingin disampaikan? Sampai kita memahami bahwa keberanian adalah tetap menguasai bola di bawah tekanan, bukan terus membuang bola sejauh mungkin, hasil akhirnya akan selalu seperti ini,” ujar Owen.

Joe Hart pun melihat pola yang mirip dengan era Gareth Southgate. Ia menilai Inggris kembali terlalu cepat bertahan ketika sudah memimpin, sesuatu yang selama ini kerap menjadi kritik terhadap tim nasional Inggris.

“Saya rasa Gareth Southgate pasti menonton pertandingan ini di rumah. Dia dulu sering dikritik karena memilih bertahan saat Inggris sudah unggul di laga-laga besar. Namun, saya rasa tidak ada yang berubah malam ini,” kata Hart kepada BBC.

Tuchel jelaskan alasan ubah taktik

Tuchel sendiri mengubah bentuk permainan dengan memakai lima bek setelah Gordon mencetak gol. Ezri Konsa masuk menggantikan Gordon pada menit ke-72, lalu Dan Burn diturunkan menjelang akhir laga untuk memperkuat pertahanan.

Perubahan itu tidak menghentikan tekanan Argentina. Tim lawan justru makin dominan dalam penguasaan bola, terus mengirim umpan silang, dan akhirnya memaksa Inggris menyerah di menit-menit akhir.

Tuchel menegaskan dirinya tidak menyesal dengan keputusan yang diambil di pinggir lapangan. Ia menyebut timnya sudah memberi segalanya dan sangat dekat dengan hasil yang diinginkan.

“Anda bisa mendiskusikan ini dengan sejuta pelatih, tetapi saya yang harus membuat keputusan di pinggir lapangan. Saya menganalisis pertandingan dan mengambil keputusan itu. Itu tanggung jawab saya. Pada saat itu, saya tidak menyesal. Tim sudah memberikan segalanya dan kami sangat, sangat dekat,” ujar Tuchel.

SituasiDetailDampak
Inggris unggul lebih duluAnthony Gordon mencetak gol pada menit ke-55Inggris sempat dekat ke final
Perubahan taktikTuchel beralih ke lima bek, lalu memasukkan Ezri Konsa dan Dan BurnInggris makin tertekan oleh Argentina
Hasil akhirArgentina mencetak gol lewat Enzo Fernandez dan Lautaro MartinezInggris kalah 1-2

Tuchel menjelaskan perubahan itu dilakukan karena Argentina mulai membombardir kotak penalti Inggris lewat umpan-umpan silang. Ia menyebut lima bek dipasang untuk menutup ruang di tengah dan lebih kuat menghadapi bola-bola udara.

“Kami beralih ke lima bek untuk menutup ruang di tengah dan lebih kuat menghadapi bola-bola udara. Setelah gol kami, bahkan sebelum melakukan pergantian pemain, kami sudah terlalu banyak membiarkan umpan silang dan peluang. Kami mencoba membantu tim. Tanggung jawab tetap ada pada pelatih, dan ketika hasilnya tidak berjalan baik, tentu mudah mengatakan keputusan itu salah,” tutur Tuchel.

Kekalahan ini membuat Inggris kembali gagal mencapai final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara pada 1966. Argentina sendiri melaju ke partai puncak dan akan menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026.

Source: bola.kompas.com
Terkait