Luke Vickery Resmi WNI, Penyerang 19 Tahun Ini Bidik Piala Dunia 2030

Luke Anthony Vickery resmi menjadi Warga Negara Indonesia dan langsung mengarahkan pandangannya ke target besar bersama Timnas Indonesia. Penyerang berusia 19 tahun itu ingin ikut membawa skuad Garuda tampil di Piala Dunia 2030.

Ambisi tersebut membuka babak baru bagi pemain Macarthur FC yang sebelumnya memiliki beberapa pilihan negara untuk dibela. Kini, Luke memilih mengenakan seragam Merah Putih dan menjadi bagian dari proyeksi jangka panjang Indonesia.

Target Besar Setelah Menjadi WNI

Dalam keterangan resmi Kementerian Hukum, Luke menyampaikan tekadnya untuk berkontribusi kepada tim nasional. “Saya bersama tim siap untuk membawa Indonesia tampil di Piala Dunia 2030,” ujar Luke.

Target itu menempatkan Luke dalam perjalanan panjang yang membutuhkan persiapan melalui sejumlah agenda internasional. Kehadirannya diharapkan dapat menambah pilihan dan kekuatan pada lini depan Timnas Indonesia.

Status WNI Luke didapat setelah seluruh proses naturalisasinya rampung. Pengambilan sumpah kewarganegaraan berlangsung di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney, Australia, pada Kamis (16/7/2026).

Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas. Kementerian Hukum kemudian mengumumkan bahwa tahapan naturalisasi pemain muda tersebut telah selesai.

Garis Keturunan dari Medan

Luke memiliki darah Indonesia dari nenek pihak ibunya yang lahir di Medan pada 3 Desember 1937. Garis keturunan itu menjadi dasar bagi pemain kelahiran Australia tersebut untuk menjalani naturalisasi.

Sebelum memilih Indonesia, Luke pernah memperkuat Timnas Australia U-19. Ia juga disebut memiliki peluang untuk membela Amerika Serikat, tetapi akhirnya menetapkan pilihan kepada Indonesia.

Pilihan itu membuat Luke berpeluang bergabung dalam program Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman. Usianya yang masih 19 tahun membuatnya diproyeksikan untuk kebutuhan skuad dalam jangka panjang.

Jalan Menuju Debut Belum Tentu Langsung Terbuka

Menjadi WNI belum otomatis membuat Luke dapat segera tampil pada seluruh agenda tim nasional. Peluangnya untuk bermain di ASEAN Championship Cup 2026 disebut hampir pasti tertunda karena turnamen itu berada di luar kalender resmi FIFA.

Macarthur FC tidak memiliki kewajiban untuk melepas Luke apabila ia mendapat panggilan pada ajang tersebut. Situasi ini membuat jadwal kompetisi klub menjadi faktor penting bagi peluang debut sang penyerang.

AgendaSituasi Luke VickeryKeterangan
ASEAN Championship Cup 2026Hampir pasti belum tampilBerlangsung di luar kalender resmi FIFA
FIFA ASEAN Cup 2026Berpeluang debutDijadwalkan pada September dan masuk agenda FIFA
Piala Asia 2027Berpeluang masuk skuadMenjadi salah satu ajang persiapan menuju 2030

Peluang yang lebih terbuka diperkirakan datang pada FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September. Karena masuk agenda resmi FIFA, klub wajib melepas pemain yang mendapat panggilan tim nasional.

Ajang tersebut dapat menjadi kesempatan awal bagi Luke untuk menunjukkan perannya dalam sistem Timnas Indonesia. Namun, pemanggilan dan kesempatan bermain tetap akan bergantung pada kebutuhan tim serta keputusan staf pelatih.

Selain turnamen itu, Luke juga berpeluang dipertimbangkan untuk Piala Asia 2027. Rangkaian kompetisi tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan skuad Garuda mengejar target tampil di Piala Dunia 2030.

Dengan proses kewarganegaraan yang sudah tuntas, Luke kini memiliki jalur resmi untuk memperjuangkan tempat di Timnas Indonesia. Tantangan berikutnya adalah membuktikan kualitasnya bersama klub dan saat kesempatan dipanggil membela Garuda datang.

Source: www.suara.com
Terkait