Dari Lyon ke Al-Ittihad, Jejak Karim Benzema yang Menjadi Raja di Real Madrid

Karim Benzema menutup 14 musim bersama Real Madrid sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa klub, hanya berada di belakang Cristiano Ronaldo. Perjalanan itu mengubahnya dari penyerang muda asal Lyon menjadi kapten sekaligus mesin gol utama di Santiago Bernabeu.

Puncak karier individunya datang pada 2022 ketika ia memenangi Ballon d’Or setelah membawa Real Madrid meraih La Liga dan Liga Champions. Setelah mengoleksi banyak trofi di Eropa, Benzema memilih membuka babak baru bersama Al-Ittihad di Arab Saudi.

Tiga Klub dalam Karier Profesional Benzema

Benzema dikenal tidak banyak berganti klub sepanjang karier profesionalnya. Ia tumbuh di Olympique Lyon, mencapai status legenda di Real Madrid, lalu melanjutkan petualangan ke Liga Pro Arab Saudi.

PeriodeKlubNegara
2004–2009Olympique LyonPrancis
2009–2023Real MadridSpanyol
2023–SekarangAl-IttihadArab Saudi

1. Olympique Lyon, Awal Ketajaman Sang Penyerang

Lahir di Lyon dari keluarga keturunan Aljazair, Benzema masuk akademi Olympique Lyon saat berusia sembilan tahun. Ia kemudian menembus tim utama dan menjadi bagian dari generasi Lyon yang mendominasi Ligue 1.

Musim 2007/08 menjadi salah satu titik penting dalam kariernya di Prancis. Pada periode itu, Benzema menjadi pencetak gol terbanyak liga sekaligus meraih penghargaan Pemain Terbaik Ligue 1.

Bersama Lyon, ia memenangi empat gelar Ligue 1 sebelum pindah ke Spanyol. Ketajaman serta kemampuan teknisnya membuat Real Madrid membawanya ke Bernabeu pada musim panas 2009.

2. Real Madrid, Dari Pendamping hingga Pemimpin

Kedatangan Benzema ke Real Madrid terjadi dalam proyek Galacticos jilid kedua yang juga menghadirkan Cristiano Ronaldo dan Kaka. Pada fase awal, ia mengalami pasang surut sebelum mampu mengukuhkan perannya di lini depan.

Benzema tidak hanya dikenal sebagai pencetak gol, tetapi juga penyerang yang cerdas membaca permainan dan menghubungkan serangan. Perannya sangat menonjol ketika ia bermain bersama Ronaldo, lalu berkembang menjadi tumpuan utama setelah era tersebut berakhir.

Menurut data yang dicantumkan mediaindonesia.com, Benzema mencetak 354 gol dalam 648 penampilan di semua kompetisi untuk Real Madrid. Catatan itu menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah klub.

Selama membela Real Madrid, Benzema meraih lima gelar Liga Champions dan empat trofi La Liga. Ia juga mendapat penghargaan Pemain Terbaik UEFA pada musim 2021/22, periode yang berujung pada kemenangan Ballon d’Or 2022.

Nomor punggung 9 menjadi identitas yang paling lekat dengan Benzema di Madrid, meski ia sempat mengenakan nomor 11 pada awal masa baktinya. Para penggemar juga mengenalnya melalui julukan “Big Benz” dan “King Karim”.

3. Al-Ittihad, Tantangan Baru Setelah Menaklukkan Eropa

Pada 2023, Benzema bergabung dengan Al-Ittihad dengan status bebas transfer setelah meninggalkan Real Madrid. Kepindahan ini menjadi bagian dari gelombang hadirnya sejumlah bintang sepak bola dunia ke Arab Saudi.

Benzema menyatakan ingin mencari tantangan baru di negara Muslim sekaligus berkontribusi pada perkembangan sepak bola Arab Saudi. Langkah tersebut menutup satu era panjangnya di Eropa tanpa mengubah statusnya sebagai salah satu penyerang tersukses pada generasinya.

Catatan Bersama Timnas Prancis

Perjalanan Benzema di Timnas Prancis juga diwarnai periode absen cukup panjang akibat masalah internal. Ia kembali masuk skuad untuk Euro 2020 dan turut membantu Prancis menjuarai UEFA Nations League 2021.

Benzema tidak meraih Piala Dunia bersama Prancis karena tidak masuk skuad pada edisi 2018. Ia juga harus absen akibat cedera menjelang Piala Dunia 2022 dimulai.

Dengan empat gelar Ligue 1, empat gelar La Liga, lima Liga Champions, serta Ballon d’Or, jejak Benzema terbentang di tiga kompetisi berbeda. Kariernya memperlihatkan bagaimana seorang penyerang dapat berevolusi dari talenta akademi Lyon menjadi pemimpin di Real Madrid dan bintang Al-Ittihad.

Source: mediaindonesia.com
Terkait