Inggris menutup perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 6-4 atas Prancis dalam laga yang menghasilkan 10 gol. Bukayo Saka menjadi pembeda lewat hattrick, saat keunggulan besar Inggris sempat hampir terkejar pada babak kedua.
Pertandingan di Hardrock Stadium, Amerika Serikat, pada Minggu (19/6/2026) dini hari WIB itu berubah drastis setelah Inggris unggul 4-0 sebelum jeda. Prancis lalu bangkit dan memangkas jarak menjadi 3-4, tetapi gagal menyamakan kedudukan pada fase penting pertandingan.
Inggris Langsung Membuka Jarak
Inggris memulai laga dengan agresif meski tidak menurunkan Harry Kane dan Jude Bellingham sebagai starter. Declan Rice membawa timnya unggul saat laga baru berjalan dua menit setelah merebut bola dari pemain Prancis dan menembak dari dekat kotak penalti.
Prancis merotasi sejumlah pemain, tetapi Kylian Mbappe dan Michael Olise tetap menjadi starter karena masih mengejar persaingan raja gol dan assist. Upaya Mbappe untuk membalas pada awal pertandingan mampu dihentikan kiper Inggris, Dean Henderson.
Keunggulan Inggris bertambah pada menit ke-18 melalui sundulan Ezri Konsa. Bek tersebut menyambut sepak pojok Rice untuk membuat skor menjadi 2-0.
Saka sempat mencetak gol 10 menit setelah gol pembuka Rice, tetapi wasit menganulirkannya karena offside. Pemain Arsenal itu akhirnya benar-benar masuk papan skor pada menit ke-37 setelah menyontek umpan tarik Marcus Rashford dalam serangan balik.
Sebelum gol ketiga itu tercipta, Mike Maignan lebih dahulu membuat penyelamatan penting saat menghadapi Rashford dalam situasi satu lawan satu. Namun, bola kemudian kembali dikuasai Inggris dan Saka menyelesaikan peluang dari jarak dekat.
Pada penghujung babak pertama, Saka kembali mencetak gol dengan tendangan mendatar ke tiang jauh dari tepi kotak penalti. Inggris pun memasuki ruang ganti dengan keunggulan 4-0 yang tampak sangat meyakinkan.
| Menit | Pencetak Gol | Tim | Skor |
|---|---|---|---|
| 2′ | Declan Rice | Inggris | 1-0 |
| 18′ | Ezri Konsa | Inggris | 2-0 |
| 37′ | Bukayo Saka | Inggris | 3-0 |
| Penghujung babak pertama | Bukayo Saka | Inggris | 4-0 |
| 48′ | Kylian Mbappe | Prancis | 4-1 |
| 54′ | Bradley Barcola | Prancis | 4-2 |
| 66′ | Kylian Mbappe | Prancis | 4-3 |
| 85′ | Bukayo Saka | Inggris | 5-3 |
Prancis Menekan Setelah Jeda
Didier Deschamps merespons ketertinggalan empat gol dengan memasukkan Lucas Digne, Ousmane Dembele, dan Bradley Barcola selepas turun minum. Perubahan tersebut segera memberi dampak bagi permainan Prancis.
Tiga menit setelah babak kedua dimulai, Olise mengirim umpan terobosan yang dimanfaatkan Mbappe untuk membobol gawang Inggris. Gol itu menjadi awal tekanan Prancis terhadap lini belakang lawan.
Barcola kemudian memperkecil ketertinggalan pada menit ke-54 setelah menerima umpan terobosan dari Mbappe. Ia lolos dari kawalan pertahanan Inggris dan menaklukkan Henderson untuk membuat skor 2-4.
Mbappe mencetak gol keduanya pada menit ke-66 lewat kombinasi satu-dua dengan Olise. Tendangan kerasnya ke pojok kanan bawah gawang membuat Prancis hanya tertinggal satu gol.
Menurut www.liputan6.com, Olise memperoleh dua peluang emas untuk membawa Prancis menyamakan kedudukan. Kedua tembakannya dari dalam kotak penalti Inggris meleset, meski ia berada dalam posisi bebas.
Penalti Saka Mematahkan Harapan Prancis
Harapan Prancis untuk mengejar skor makin berat pada menit ke-85 ketika Malo Gusto melanggar Djed Spence di kotak penalti. Saka menjalankan tugas sebagai eksekutor dan menaklukkan Maignan untuk melengkapi hattrick sekaligus membawa Inggris unggul 5-3.
Prancis belum berhenti menyerang dan kembali mencetak gol pada menit keempat masa injury time. Dembele menaklukkan Henderson setelah menerima umpan terobosan Dayot Upamecano, yang sebelumnya merebut bola dari Rice.
Gol tersebut membuat kedudukan menjadi 5-4, tetapi Inggris segera memberi jawaban pada detik-detik akhir pertandingan. Bellingham, yang tidak tampil sejak awal, melakukan solo run dari tengah lapangan sebelum menuntaskan serangan untuk memastikan skor akhir 6-4.
Kemenangan itu memastikan Inggris mengakhiri laga perebutan tempat ketiga dengan enam gol, sementara Prancis meninggalkan pertandingan setelah kebangkitan mereka terhenti di ambang penyamaan skor. Saka menjadi sosok paling menentukan berkat tiga golnya dalam laga terbuka yang memperlihatkan perubahan momentum di kedua babak.
