Aprilia dan Ducati Kini Setara, Bos Ducati Sebut Rider Penentu Gelar MotoGP 2026

Author: Qoo Media

Perebutan gelar MotoGP 2026 memasuki fase yang semakin sulit diprediksi. Ducati dan Aprilia dinilai sudah memiliki tingkat daya saing yang setara, sehingga kemampuan pebalap menjadi faktor pembeda paling penting.

Penilaian itu disampaikan manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, saat persaingan klasemen masih sangat rapat. Kondisi tersebut membuat setiap seri berikutnya berpotensi mengubah susunan kandidat juara.

Motor Bukan Lagi Pembeda Utama

Tardozzi melihat duel dua pabrikan Italia itu tidak akan ditentukan oleh satu motor yang jauh lebih unggul. Karakter lintasan disebut akan tetap memengaruhi peluang Ducati maupun Aprilia pada setiap akhir pekan balapan.

“Saya pikir motor Ducati dan Aprilia sekarang sama kompetitifnya. Saya rasa situasi ini akan terus berlangsung hingga akhir musim,” kata Tardozzi kepada Sky Italia.

Ia juga menilai ada trek tertentu yang lebih cocok untuk Aprilia, sementara Ducati bisa lebih kuat pada sirkuit lain. Namun, ketika performa kedua motor berdekatan, hasil balapan akan semakin bergantung pada eksekusi pebalap.

“Di beberapa trek seperti Silverstone, Aprilia mungkin sedikit lebih difavoritkan. Di trek lain, kami yang menjadi favorit. Tapi sekarang pebalaplah yang membuat perbedaan,” ujar Tardozzi.

Klasemen Masih Membuka Banyak Kemungkinan

Jorge Martin dan Ai Ogura dari Aprilia masih berada di barisan terdepan dalam perebutan gelar. Marc Marquez, Marco Bezzecchi, dan Fabio Di Giannantonio juga tetap berada dalam jarak poin yang memungkinkan persaingan berubah cepat.

Posisi Persaingan Rider Selisih dari Puncak
Pemimpin klasemen Jorge Martin
Penantang Ducati Marc Marquez 18 poin
Penantang Aprilia Ai Ogura 14 poin
Penantang Aprilia Marco Bezzecchi 22 poin
Penantang Ducati Fabio Di Giannantonio 24 poin

Bezzecchi menghadapi situasi tambahan karena sedang mengalami cedera, tetapi posisinya belum terlepas dari kelompok teratas. Selisih 24 poin antara Di Giannantonio dan puncak klasemen juga menegaskan bahwa perebutan gelar belum mengerucut pada dua nama saja.

Menurut sport.detik.com, Martin memimpin Marc Marquez dengan keunggulan 18 poin, sedangkan Ogura berjarak 14 poin dari posisi teratas. Jarak tipis itu memberi tekanan besar kepada pebalap untuk menjaga konsistensi, terutama ketika kekuatan motor tidak lagi menjadi pembeda dominan.

Dominasi Bergantian Sepanjang Musim

Aprilia membuka musim dengan kejutan setelah merebut kemenangan pada tiga seri awal. Ducati kemudian mengakhiri puasa kemenangan melalui Alex Marquez di Jerez, sebelum kedua kubu terus bergantian tampil sebagai yang tercepat.

Aprilia sempat mencetak finis satu-dua di Le Mans dan kembali dominan pada akhir pekan Mugello. Ducati membalas melalui finis satu-dua di Catalunya, lalu Marc Marquez membawa pabrikan asal Borgo Panigale itu meraih empat kemenangan beruntun di Balaton Park dan Brno.

Keunggulan Aprilia kembali terlihat ketika mereka tampil dominan di Assen. Ducati menutup paruh pertama musim dengan kemenangan ganda Marc Marquez di Sachsenring, sebuah hasil yang menjaga tekanan terhadap para pemimpin klasemen.

Musim ini juga menjadi penutup era mesin 1.000 cc sebelum regulasi mesin 850 cc berlaku pada musim berikutnya. Dalam konteks perubahan besar tersebut, persaingan ketat Ducati dan Aprilia menjadi penanda bahwa pengembangan motor telah membawa kedua pabrikan ke level yang sangat berdekatan.

MotoGP 2026 akan kembali bergulir di Sirkuit Silverstone pada 7-9 Agustus. Trek tersebut disebut Tardozzi berpotensi sedikit lebih menguntungkan Aprilia, tetapi ketatnya persaingan membuat kualitas rider tetap menjadi penentu utama.

Source: sport.detik.com
Terbaru