Kekalahan di final Piala Dunia 2026 tidak menghapus penghormatan negara untuk perjuangan Timnas Argentina. Presiden Javier Milei menyiapkan hari libur nasional yang akan digunakan untuk merayakan pencapaian skuad Albiceleste.
Rencana tersebut muncul setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada laga puncak yang berlanjut ke perpanjangan waktu. Final itu digelar di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu.
Hari libur itu belum ditetapkan pada tanggal tertentu karena menunggu keputusan para pemain dan staf pelatih mengenai agenda perayaan. Milei menyampaikan rencana tersebut melalui unggahan di akun X miliknya.
“Mengingat kekhawatiran terkait perayaan untuk merayakan prestasi tim nasional Argentina, saya ingin menginformasikan kepada publik bahwa, tergantung pada keputusan yang diambil oleh para pemain dan staf pelatih mengenai tanggal perayaan, hari tersebut akan dinyatakan sebagai hari libur nasional,” kata Milei, dikutip ESPN.
Kepulangan Skuad Tidak Bersamaan
Federasi Sepak Bola Argentina atau AFA telah mengonfirmasi sebagian rombongan akan kembali ke Buenos Aires pada Senin. Namun, tidak semua pemain langsung pulang setelah final.
Sejumlah pemain dijadwalkan terbang dari Amerika Serikat ke tujuan lain untuk kembali bergabung dengan klub masing-masing atau memulai masa liburan. Sebagian pemain, staf pelatih, dan anggota staf lainnya akan tiba di Argentina sekitar pukul 17.00 pada Senin.
| Kelompok | Rencana Setelah Final | Jadwal |
|---|---|---|
| Sejumlah pemain | Terbang ke tujuan lain untuk klub atau liburan | Tidak langsung pulang ke Argentina |
| Sebagian pemain dan staf | Kembali ke Buenos Aires | Senin sekitar pukul 17.00 |
AFA menyatakan keputusan perjalanan itu diambil setelah pertandingan final berakhir. Pengaturan tersebut membuat waktu perayaan nasional masih menunggu kesepakatan dari para pemain dan tim pelatih.
Gol Spanyol Memupus Ambisi Argentina
Argentina datang ke final dengan ambisi mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil pada 1958 dan 1962. Brasil saat itu meraih dua gelar beruntun bersama ikon sepak bola Pele.
Namun, Spanyol mengendalikan permainan dan terus menciptakan peluang sebelum waktu normal usai. Kebuntuan baru pecah pada menit ke-106 melalui sontekan jarak dekat Ferran Torres.
Gol tersebut memastikan Spanyol menang 1-0 dan merebut gelar juara dunia kedua mereka. Bagi Argentina, hasil itu menghentikan upaya mempertahankan titel yang sebelumnya mereka raih.
Perjuangan Argentina semakin berat karena Enzo Fernandez mendapat kartu merah pada menit ke-93. Skuad asuhan Lionel Scaloni kemudian harus menjalani sebagian besar perpanjangan waktu dengan 10 pemain.
Peluang pertama Argentina pada fase akhir pertandingan baru hadir pada menit ke-117. Tembakan kapten Lionel Messi saat itu masih mampu diblok pertahanan Spanyol.
Apresiasi untuk Perjuangan Hingga Akhir
Terlepas dari kekalahan tersebut, Milei tetap menegaskan apresiasinya kepada para pemain. Presiden Argentina itu menilai tim telah berjuang hingga peluit akhir pertandingan.
“Terima kasih banyak, para pemain…!!! Berjuang hingga akhir. Argentina selalu bangga,” ujar Milei. Rencana hari libur nasional itu menjadi bentuk penghormatan negara atas perjalanan Timnas Argentina di Piala Dunia 2026.
