Sepak bola Inggris kehilangan salah satu tokoh paling berpengaruhnya setelah Kevin Keegan meninggal dunia pada usia 75 tahun. Legenda Liverpool yang juga pernah menangani tim nasional Inggris itu mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan kanker.
Kabar duka tersebut diumumkan keluarga Keegan pada Senin (20/7/2026) waktu setempat. Ia meninggal dengan didampingi istri serta putri-putrinya pada saat-saat terakhir.
Dalam pernyataannya, keluarga menggambarkan Keegan bukan hanya sebagai figur besar di lapangan. “Kevin, pemenang dua kali Ballon d’Or, adalah suami, ayah, dan kakek yang sangat dicintai,” demikian pernyataan tersebut.
Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada tim medis yang merawatnya selama melawan kanker. Mereka meminta ruang dan privasi pada masa yang sulit bagi keluarga tersebut.
Penghormatan untuk Figur Besar Sepak Bola Inggris
Menurut laporan bola.kompas.com yang mengutip Sky Sports, tim nasional Inggris direncanakan memberikan penghormatan kepada Keegan sebelum laga Nations League melawan Spanyol di Wembley pada September mendatang. Penghormatan juga datang dari sejumlah klub dan tokoh yang pernah terhubung dengannya.
Liverpool, Newcastle United, Hamburg, Football Association (FA), serta mantan pemain menyoroti pengaruh besar Keegan bagi sepak bola. Pangeran William turut mengenangnya sebagai sosok inspiratif dengan kedermawanan yang sebanding dengan pencapaiannya di olahraga ini.
Keegan dikenal sebagai salah satu pemain terbaik pada generasinya. Kariernya mencakup hampir 750 penampilan di level klub, dengan perjalanan yang membawanya meraih gelar di Inggris dan Jerman.
| Klub | Periode | Pencapaian yang Disebutkan |
|---|---|---|
| Liverpool | 1971-1977 | 3 gelar Divisi Pertama, 1 European Cup, 2 Piala UEFA |
| Hamburg | 1977-1980 | Juara Bundesliga 1978-1979, runner-up Liga Champions 1979-1980 |
| Southampton | 1980-1982 | Melanjutkan karier di Inggris |
| Newcastle United | 1982-1984 | Menutup periode utama karier bermainnya di Inggris |
Dua Ballon d’Or dan Masa Gemilang bersama Liverpool
Nama Kevin Keegan sangat lekat dengan Liverpool, klub yang membawanya meraih tiga gelar Divisi Pertama. Bersama The Reds, ia juga memenangkan European Cup musim 1976-1977 serta Piala UEFA pada 1972-1973 dan 1975-1976.
Prestasinya di level individu juga menempatkannya di jajaran elite sepak bola Eropa. Keegan memenangi Ballon d’Or secara beruntun pada 1978 dan 1979.
Setelah meninggalkan Liverpool, Keegan melanjutkan kiprahnya bersama Hamburg di Bundesliga pada 1977 hingga 1980. Ia membantu klub Jerman itu menjadi juara Bundesliga 1978-1979 dan mencapai final Liga Champions pada musim berikutnya.
Keegan kemudian memperkuat Southampton dan Newcastle United sebelum sempat bermain untuk klub Australia, Blacktown City, pada 1985. Setelah itu, ia mengakhiri kariernya sebagai pemain.
Di level internasional, Keegan membela Timnas Inggris dari 1972 hingga 1982. Ia dikenal sebagai gelandang serang yang tajam selama memperkuat The Three Lions.
“The Entertainers” dan Jejak Kepelatihan
Tujuh tahun setelah pensiun, Keegan memulai karier kepelatihannya dengan mengambil alih Newcastle pada Februari 1992. Saat itu, Newcastle sedang berada dalam situasi sulit.
Di bawah arahannya, Newcastle tampil dengan permainan menyerang yang atraktif dan mendapat julukan “The Entertainers”. Gaya tersebut menjadikan timnya salah satu kekuatan yang paling menarik perhatian di Inggris.
Alan Shearer, David Ginola, dan Les Ferdinand merupakan beberapa pemain yang pernah merasakan sentuhan Keegan di Newcastle. Klub itu nyaris menjadi juara Premier League musim 1995-1996 sebelum akhirnya disalip Manchester United.
Keegan juga pernah menangani Fulham dan Manchester City. Bersama City, ia sukses membawa klub itu kembali promosi ke Premier League.
Di level negara, Keegan menjabat sebagai manajer Timnas Inggris pada 1999 hingga 2000. Perannya sebagai pemain dan pelatih membuat namanya menempati posisi khusus dalam sejarah sepak bola Inggris.
Di luar lapangan, Keegan termasuk salah satu selebritas olahraga pertama di Inggris. Sepanjang dekade 1970-an, ia tampil di televisi, merekam karya musik, dan menjadi wajah berbagai kampanye iklan.
Kepergiannya meninggalkan warisan panjang, dari trofi di Liverpool hingga sepak bola menyerang yang ia bangun sebagai pelatih. Bagi banyak penggemar, Keegan tetap menjadi figur yang menunjukkan bahwa pengaruh seorang pemain dapat melampaui masa bermainnya.
