Rudi Garcia dipastikan tidak akan melanjutkan tugasnya sebagai pelatih timnas Belgia setelah kampanye Piala Dunia 2026 berakhir. Federasi Sepak Bola Belgia atau RBFA memilih membuka siklus baru meski Garcia membawa The Red Devils menembus perempat final.
Kontrak pelatih asal Prancis itu akan berakhir pada akhir Juli, menutup masa kerja selama 18 bulan. Keputusan tersebut membuat Belgia segera mencari sosok baru untuk memimpin tim pada agenda internasional berikutnya.
Perpisahan Setelah Perjalanan Naik Turun
Garcia ditunjuk pada Januari 2025 untuk menggantikan Domenico Tedesco dalam situasi yang disebut tidak mudah dari sisi olahraga maupun finansial. Saat kontraknya berakhir, pelatih berusia 62 tahun itu meninggalkan tim setelah menjalani satu turnamen besar bersama Belgia.
Perjalanan Belgia di Piala Dunia 2026 tidak selalu mulus sejak fase grup. Mereka hanya meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan, tetapi mampu bangkit ketika memasuki fase gugur.
Momen paling dramatis terjadi pada babak 32 besar saat Belgia mengalahkan Senegal 3-2 melalui comeback. Hasil itu memperlihatkan respons tim setelah penampilan yang kurang meyakinkan pada fase awal turnamen.
Belgia kemudian tampil jauh lebih dominan saat menghadapi tuan rumah Amerika Serikat. The Red Devils menang 4-1, sebuah hasil yang menjadi salah satu kemenangan paling menonjol dalam masa kepelatihan Garcia.
| Tahapan | Lawan | Hasil Belgia | Catatan |
|---|---|---|---|
| Babak 32 besar | Senegal | Menang 3-2 | Comeback dramatis |
| Fase gugur | Amerika Serikat | Menang 4-1 | Salah satu performa terbaik |
| Perempat final | Spanyol | Kalah 1-2 | Langkah Belgia terhenti |
Laga melawan Amerika Serikat juga memunculkan perdebatan di luar lapangan. Garcia mengkritik keputusan FIFA yang menangguhkan sanksi penangguhan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, dan menyamakannya dengan lelucon “April Mop”.
Kalah Tipis dari Juara Turnamen
Langkah Belgia akhirnya berhenti di perempat final setelah kalah tipis 1-2 dari Spanyol. Kekalahan itu terasa lebih berat karena Spanyol kemudian menjadi juara Piala Dunia 2026.
Pencapaian perempat final menjadi hasil tertinggi Belgia di bawah Garcia dalam masa tugasnya yang relatif singkat. RBFA tetap memutuskan tidak memperpanjang kontraknya, menandakan federasi ingin membangun arah baru setelah turnamen tersebut.
Direktur Olahraga FA Belgia, Vincent Mannaert, menilai Garcia berperan penting dalam memperbaiki suasana internal skuad. Ia menyoroti kemampuan sang pelatih memulihkan kohesi tim di tengah kondisi yang menantang.
“Rudi Garcia tanpa ragu telah memainkan peran kunci dalam memulihkan Setan Merah Belgia,” ujar Mannaert. “Ia ditunjuk sebagai pelatih nasional dalam konteks olahraga dan finansial yang menantang.”
Mannaert juga menyebut komitmen dan pengalaman Garcia membantu tim menghasilkan capaian kuat di Piala Dunia terakhir. Apresiasi itu diberikan bersamaan dengan keputusan federasi untuk menutup kerja sama pada akhir masa kontrak.
RBFA Mulai Mencari Pengganti
Federasi kini mempersiapkan penunjukan pelatih nasional baru untuk memulai siklus berikutnya. Mannaert menyampaikan terima kasih kepada Garcia dan jajaran asistennya atas pekerjaan mereka selama 18 bulan.
“Bersama tim saya, saat ini saya sedang mempersiapkan siklus baru, termasuk penunjukan pelatih nasional yang baru,” kata Mannaert. Pernyataan itu menegaskan bahwa RBFA tidak hanya melepas Garcia, tetapi juga menata ulang rencana tim nasional ke depan.
Bagi Garcia, berakhirnya masa tugas di Belgia melanjutkan catatan kariernya yang belum bertahan lebih dari dua tahun di satu pekerjaan sejak meninggalkan Marseille pada 2019. Pengalamannya bersama Belgia tetap mencakup kebangkitan tim di fase gugur dan perjalanan hingga delapan besar Piala Dunia 2026.
