Gavi Tak Ingin Paredes Diskors, Meski Jadi Korban Kericuhan Final Piala Dunia 2026

Author: Qoo Media

Gavi memilih sikap yang tak biasa setelah kericuhan menutup final Piala Dunia 2026. Meski terlibat kontak fisik dan menjadi salah satu pihak yang terdampak, gelandang Spanyol itu menilai Leandro Paredes tidak semestinya mendapat sanksi larangan bermain.

Pernyataan tersebut muncul ketika tuntutan hukuman keras terhadap pihak Argentina menguat setelah laga final yang berlangsung panas. FIFA telah membuka penyelidikan atas insiden pascalaga itu, sementara kemungkinan hukuman individu berupa denda atau skorsing masih menjadi skenario yang paling mungkin.

Spanyol meraih kemenangan dramatis atas Argentina lewat gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106. Hasil itu membuat La Roja mengamankan bintang kedua, tetapi selebrasi mereka langsung dibayangi ketegangan setelah pertandingan berakhir.

Gavi tidak tampil dalam laga tersebut karena hanya berada di bangku cadangan. Namun, pemain Barcelona itu tetap terseret dalam friksi di tengah kekacauan yang melibatkan pemain dan staf dari kedua tim.

Menurut laporan bola.kompas.com, Gavi didorong hingga terjatuh saat situasi memanas. Kericuhan itu juga mencakup persitegangan antara Nicolas Otamendi dan Rodri serta pemukulan terhadap Dani Olmo oleh salah satu staf pelatih lawan.

Insiden yang Memicu Penyelidikan FIFA

Ketegangan selepas pertandingan membuat pencapaian bersejarah Spanyol kehilangan sebagian suasana perayaannya. Sejumlah pihak kemudian menyerukan hukuman menyeluruh bagi kubu Amerika Selatan, termasuk usulan pelarangan tampil pada edisi turnamen berikutnya.

Namun, sanksi terhadap seluruh tim bukanlah opsi yang paling menonjol dalam perkembangan kasus ini. Fokus penyelidikan lebih mengarah kepada tindakan individu dari pemain maupun staf pelatih yang dinilai terlibat.

Insiden Pihak Terlibat Detail yang Dilaporkan
Persitegangan pascalaga Nicolas Otamendi dan Rodri Keduanya terlibat ketegangan setelah final berakhir.
Kekerasan terhadap pemain Dani Olmo dan staf pelatih lawan Olmo dilaporkan mendapat pukulan dari salah satu staf pelatih lawan.
Kontak fisik Gavi dan pihak Argentina Gavi didorong hingga terjatuh dalam kericuhan.

Gavi Menilai Skorsing Bukan Jawaban

Di tengah tuntutan hukuman, Gavi justru meminta agar Paredes tidak dikenai sanksi. Sikap itu disampaikan pemain bernomor punggung 9 tersebut meski dirinya menjadi salah satu sosok yang terkena dampak langsung insiden pascalaga.

“Saya rasa mereka tidak seharusnya dikenai sanksi,” kata Gavi, seperti dikutip Give Me Sport pada Rabu (22/7/2026). Ia mengakui peristiwa tersebut tidak memberi gambaran yang baik bagi pemain muda, tetapi menilai sepak bola juga memiliki sisi kekerasan.

Gavi tetap menyebut pengusiran dari lapangan saat pertandingan berlangsung sebagai tindakan yang lebih masuk akal. “Mungkin hal yang paling logis adalah mengusirnya dari lapangan selama pertandingan. Pada akhirnya, ini semua sepak bola,” lanjutnya.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Gavi tidak menutup mata terhadap buruknya dampak kericuhan tersebut. Namun, ia juga tidak ingin reaksi terhadap insiden itu berkembang menjadi hukuman yang menurutnya terlalu berat bagi Paredes.

Pesan Paredes Setelah Final

Setelah situasi mereda, Leandro Paredes mengunggah pesan emosional melalui akun media sosial pribadinya. Dalam unggahan itu, gelandang CA Boca Juniors tersebut tidak menyinggung langsung kericuhan yang terjadi setelah pertandingan.

Paredes menyampaikan kekecewaannya karena Argentina gagal memberikan kegembiraan yang dinilai layak diterima negaranya. Ia juga menegaskan kebanggaannya terhadap perjuangan tim serta kesempatan membela bendera Argentina di panggung tertinggi.

“Merupakan suatu kehormatan untuk menjadi bagian dari tim nasional Argentina terbaik dalam sejarah,” tulis Paredes. Sementara FIFA melanjutkan penyelidikan, nasib sanksi bagi para pihak yang terlibat masih menunggu keputusan resmi.

Source: bola.kompas.com
Terbaru