Yann Mabella langsung merasakan sambutan besar saat menjalani debut bersama Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Penyerang asal RD Kongo itu menilai dukungan ribuan Bonek dan Bonita menjadi salah satu pengalaman terbaik sepanjang kariernya.
Atmosfer tersebut bahkan membuatnya membandingkan pengalaman bermain di Indonesia dengan Liga Malaysia. Mabella mengaku tidak pernah menemukan jumlah penonton dan gairah dukungan seperti yang ia rasakan di Surabaya ketika membela Terengganu FC musim lalu.
Debut Berkesan di Gelora Bung Tomo
Mabella tampil dalam laga eksebisi 99th Anniversary Game antara Persebaya dan PSIS Semarang pada Minggu (19/7/2026). Ia mencetak satu gol pada pertandingan yang berakhir imbang 2-2 itu.
| Pertandingan | Lokasi | Hasil |
|---|---|---|
| Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang | Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya | 2-2 |
Persebaya sempat unggul 2-0 sebelum PSIS menyamakan kedudukan. Meski kemenangan lepas, perhatian Mabella tertuju pada energi yang terus diberikan suporter dari awal hingga akhir laga.
Dalam pernyataan di situs resmi klub yang dikutip bola.kompas.com, Mabella mengatakan atmosfer stadion tersebut sangat mengesankan. “Atmosfer di stadion benar-benar luar biasa. Saya sangat terkesan melihat begitu banyak suporter datang memberikan dukungan kepada tim,” ujar Mabella.
Ia menambahkan bahwa momen itu memiliki tempat khusus dalam perjalanan profesionalnya. “Sepanjang karier saya, ini menjadi salah satu pengalaman terbaik yang pernah saya rasakan,” sambung pemain yang pernah memperkuat Nancy tersebut.
Perbandingan dengan Liga Malaysia
Sebelum bergabung dengan Persebaya, Mabella bermain untuk Terengganu FC di Malaysia. Pengalaman itu menjadi pembanding ketika ia menyaksikan lautan hijau serta mendengar nyanyian tanpa henti dari tribune Gelora Bung Tomo.
Menurut Mabella, jumlah penonton di Liga Malaysia tidak sebanyak yang ia lihat dalam laga debutnya bersama Persebaya. Ia juga merasakan kecintaan yang sangat besar terhadap sepak bola dan klub di kalangan pendukung tuan rumah.
“Saat bermain di Liga Malaysia, jumlah penontonnya tidak sebanyak ini. Di sini saya bisa merasakan kecintaan yang sangat besar terhadap sepak bola dan Persebaya,” kata Mabella.
Baginya, dukungan Bonek Mania bukan sekadar latar suasana pertandingan. Suara dari tribune dinilainya dapat memberi tambahan tenaga kepada pemain ketika berada di lapangan.
“Saya sangat menyukai semangat mereka. Suara yang mereka ciptakan, dukungan yang terus diberikan sejak awal hingga akhir pertandingan, benar-benar membantu pemain di lapangan,” tutur Mabella.
Ia menilai kehadiran suporter dalam berbagai situasi menjadi hal yang menyenangkan bagi para pemain. “Sebagai pemain, tentu sangat menyenangkan ketika melihat suporter selalu berada di belakang tim dalam situasi apa pun,” jelasnya.
Gol Pertama dan Target Bersama Persebaya
Gol ke gawang PSIS membuat debut Mabella semakin berkesan. Sebagai penyerang, ia mengakui gol pertama bersama klub baru selalu menghadirkan perasaan istimewa.
“Tentu saya sangat senang bisa mencetak gol pertama untuk Persebaya. Sebagai seorang penyerang, mencetak gol selalu memberikan perasaan yang istimewa,” kata Mabella.
Namun, ia menegaskan gol pribadi bukan tujuan utama yang ingin dikejar bersama Persebaya. Mabella ingin membantu tim memperoleh hasil positif dan berbagi kegembiraan dengan rekan setim serta para pendukung.
Ia memandang gol pada laga eksebisi itu sebagai awal untuk membangun kepercayaan diri. Mabella juga ingin terus beradaptasi dengan tim dan memberikan kontribusi setiap kali mendapat kesempatan bermain.
“Gol ini memberikan kepercayaan diri dan motivasi tambahan untuk saya,” ucapnya. Ia berharap kerja kerasnya dapat membantu Persebaya meraih banyak hasil positif pada musim ini.
