Mantan pemain Manchester United, Javier Hernandez, baru-baru ini terjebak dalam kontroversi akibat komentar seksis yang dilontarkannya di media sosial. Ucapan tersebut tidak hanya menciptakan ketidakpuasan di kalangan masyarakat Meksiko, tetapi juga menarik perhatian dari Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, yang menilai pernyataan Hernandez merugikan dan perlu ditinjau ulang.
Hernandez, yang kini bermain untuk klub Liga MX, Chivas Guadalajara, mengeluarkan komentar di TikTok yang dianggap merendahkan perempuan. Dalam video tersebut, ia menyatakan bahwa perempuan saat ini sedang “gagal” dan menyarankan agar mereka “izinkan diri dipimpin oleh seorang pria.” Ungkapan ini menuai kecaman karena dianggap mempromosikan stereotip yang tidak sesuai dengan prinsip kesetaraan gender.
Reaksi keras datang dari berbagai kalangan, termasuk Presiden Sheinbaum. Menurutnya, meskipun Chicharito adalah pemain sepak bola yang hebat, pandangannya tentang perempuan menunjukkan bahwa ia masih perlu belajar banyak. Hal ini menyoroti tantangan dalam stigma gender yang masih ada dalam masyarakat Meksiko, dan bagaimana figur publik perlu lebih bertanggung jawab dalam ucapan mereka.
Dengan banyaknya tekanan publik, Hernandez akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui Instagram, di mana ia mengungkapkan penyesalannya atas pernyataannya yang memicu polemik. Ia mengklaim tidak ada niat untuk menyakiti siapa pun dan berkomitmen untuk lebih bijak dalam mengekspresikan pendapat di masa mendatang. “Saya sangat menyesal atas kebingungan atau ketidaknyamanan yang disebabkan oleh ucapan saya,” tulis Hernandez.
Reaksi terhadap insiden ini tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga dari Federasi Sepakbola Meksiko (FMF), yang segera meluncurkan investigasi melalui Komisi Gender dan Keberagaman. Mereka menegaskan bahwa sanksi yang lebih tegas akan diterapkan jika kasus serupa terulang. Dalam pernyataan bersamanya, Liga MX dan Liga Femenil menyatakan pentingnya untuk mempromosikan kesetaraan dan menghentikan segala bentuk diskriminasi di dalam olahraga.
Klub Chivas turut mengecam komentar Hernandez dan menekankan bahwa sikapnya bertentangan dengan nilai-nilai yang dipegang oleh klub. Meskipun tidak mencantumkan sanksi spesifik, Chivas menyatakan bahwa tindakan internal terhadap Hernandez sedang diproses. Hal ini menggambarkan komitmen klub untuk menjaga reputasi dan nilai-nilai kesetaraan.
Javier Hernandez, yang dikenal sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk Timnas Meksiko, telah memiliki perjalanan profesional yang panjang di dunia sepakbola. Ia memulai karirnya di Chivas sebelum beralih ke Manchester United pada 2010. Setelah itu, ia juga bermain di sejumlah klub ternama seperti Real Madrid dan LA Galaxy, sebelum kembali ke Chivas pada 2023.
Insiden ini menunjukkan bahwa meskipun banyak kemajuan telah dicapai dalam hal kesetaraan gender, pandangan tradisional dan stereotip masih sering muncul, terutama dari tokoh yang berpengaruh. Ucapan dan tindakan dari para publik figur memegang peran penting dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap isu-isu sensitif semacam ini.
Dengan demikian, pernyataan Javier Hernandez berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya tanggung jawab sosial dan kesadaran gender. Momen ini tidak hanya menjadi pelajaran bagi Chicharito, tetapi juga bagi seluruh masyarakat untuk terus mendukung kesetaraan perempuan dalam semua aspek kehidupan, termasuk olahraga.







