Timnas voli putri U-21 Indonesia tengah menghadapi situasi waswas akibat cedera serius yang dialami Junaida Santi, pemain andalan dengan posisi opposite hitter. Cedera pada meniskus tulang rawan lutut membuat Junaida kesulitan berjalan dan akhirnya tidak dapat diturunkan saat menghadapi Italia di babak 16 besar Kejuaraan Dunia Voli Putri U-21 2025 di Jawa Pos Arena, Surabaya, Rabu malam, 13 Agustus 2025.
Pelatih Timnas Indonesia U-21 Putri, Marcos Sugiyama, menjelaskan cedera Junaida bukan hal sepele. Dia mengalami masalah meniskus yang dinilai cukup tinggi, sehingga awalnya terasa nyeri dan perlahan memburuk. "Dia memiliki masalah di meniskus. Meniskus yang terlalu tinggi, jadi kemarin mulai dengan sedikit sakit," ucap Sugiyama, Kamis (14/8/2025), dikutip dari Antara.
Pelatih Kecewa Tak Memaksakan Junaida Bermain
Marcos menegaskan bahwa dirinya memilih tidak memaksakan Junaida bermain demi menghindari risiko cedera parah yang bisa berdampak hingga satu tahun mendatang. Kondisi pemain berstatus MVP Proliga 2025 tersebut sudah sangat memprihatinkan, bahkan hingga sulit berjalan. “Sekarang dia susah untuk berjalan. Aku bicara sama dia, jangan main, tetap tenang, karena kalau dia bermain, dia bisa saja akan ada cedera lagi selama satu tahun,” imbuhnya.
Pilihan ini diambil dengan pertimbangan serius mengingat pentingnya kesehatan atlet untuk karir jangka panjangnya. Walau dengan obat pereda nyeri atau pain killer Junaida bisa bermain, namun risiko yang mengintai tetap besar. Jadi klub dan tim pelatih memilih langkah lebih hati-hati.
Dampak Absennya Junaida di Lapangan
Tanpa kehadiran Junaida Santi yang selama ini menjadi top skor andalan tim, Indonesia harus mengakui keunggulan Italia 1-3 dengan skor set 12-25, 19-25, 25-21, dan 13-25. Kekalahan tersebut membuat Srikandi Muda gagal lolos ke babak perempat final Kejuaraan Dunia Voli U-21 2025.
Indonesia dijadwalkan melanjutkan pertandingan untuk perebutan posisi 9 hingga 16, menghadapi Thailand, yang sebelumnya kalah tiga set langsung dari China. Kondisi Junaida masih menjadi tanda tanya menjelang laga penting tersebut, apakah dia bisa diturunkan atau belum dipastikan.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Kondisi Junaida menjadi peringatan bagi semua pihak terkait pentingnya penanganan cedera yang cepat dan tepat. Menurut Marcos Sugiyama, potensi Junaida sangat besar dan dia merupakan aset utama timnas putri U-21 Indonesia. Oleh karena itu, keputusan menunda keikutsertaan Junaida dalam pertandingan merupakan pilihan bijak agar proses pemulihan dapat maksimal.
Cedera meniskus pada lutut adalah masalah yang cukup serius dan umum dialami oleh atlet voli, mengingat tekanan dan beban berulang pada sendi tersebut. Penanganan medis yang cepat, fisioterapi, serta rehabilitasi menjadi kunci agar pengembalian performa bisa terjadi tanpa risiko jangka panjang.
Di tengah Kejuaraan Dunia Voli Putri U-21 yang berlangsung di Surabaya, perhatian publik dan pendukung Indonesia terfokus pada pemain muda berbakat ini. Semoga kondisi Junaida Santi segera membaik dan bisa kembali membawa prestasi bagi timnas voli putri Indonesia di turnamen-turnamen mendatang.
Dengan situasi ini, tim pelatih dan medis harus bekerja optimal untuk memastikan kesehatan para atlet tetap terjaga, sekaligus mempertahankan semangat juang seluruh skuat dalam menghadapi kompetisi internasional yang ketat. Meskipun perjalanan timnas putri U-21 Indonesia di kejuaraan kali ini terhambat, pengalaman dan pelajaran berharga tetap menjadi modal penting untuk masa depan.
