Zhong Fenglin akhirnya kembali bertemu ibu kandungnya setelah kisah perpisahan yang dilaporkan berlangsung selama 35 tahun. Pertemuan itu menjadi akhir pencarian panjang sebuah keluarga di China selatan yang kehilangan anaknya saat berada di pasar.
Yang membuat kisah ini terasa pahit, Zhong disebut sempat berada sangat dekat dari rumah masa kecilnya. Namun, ia dan keluarganya tidak pernah bertemu lagi hingga pencarian melalui platform daring membuka jalan untuk tes DNA.
Hilang saat ayah berjualan di pasar
Zhong kecil tinggal di dekat pasar di Nanning, Guangxi, tempat kedua orang tuanya berjualan jahe dan bawang putih. Dalam laporan yang dikutip www.liputan6.com, ia kini disebut berusia 27 tahun.
Pada 1991, ketika berusia 2 tahun, Zhong dibawa ayahnya ke tempat berjualan. Saat sang ayah sibuk bekerja, ia memberinya uang untuk membeli makanan.
Zhong kemudian berjalan melewati kerumunan menuju pasar lain yang berada di seberang. Sejak saat itu, anak tersebut tidak lagi diketahui keberadaannya oleh keluarganya.
Seorang penjual pakaian menemukan Zhong sedang menangis dan berusaha menolongnya. Penjual itu mengingat adanya bekas goresan serta luka di wajah anak tersebut.
Anak itu lalu dibawa ke kantor pasar, sementara penjual pakaian meninggalkan kontak untuk dihubungi. Petugas pasar diminta menyiarkan pengumuman agar keluarga Zhong datang, tetapi tidak ada pihak yang muncul.
Laporan awal menyebut Zhong dibawa ke rumah penjual tersebut yang hanya berjarak satu jalan dari rumah masa kecilnya. Namun, verifikasi Hongxing News menyatakan perempuan itu kemudian dibawa ke kota lain dan dibesarkan dengan nama baru.
| Peristiwa | Waktu | Keterangan |
|---|---|---|
| Zhong menghilang | 1991 | Terpisah dari ayahnya saat berada di pasar di Nanning, Guangxi. |
| Pendaftaran pencarian | 12 April | Zhong mendaftarkan diri ke platform Baby Come Home. |
| Pertemuan keluarga | 7 Juli | Zhong kembali ke kampung halamannya di Yulin dan memeluk ibunya. |
Dibesarkan oleh keluarga angkat
Setelah tidak berhasil menemukan keluarga Zhong, penjual pakaian itu membawanya pergi dan membesarkannya. Zhong tumbuh bersama orang tua angkat serta kakak tiri dalam lingkungan yang disebut penuh kasih sayang.
Kini ia telah menikah dan memiliki seorang putri berusia 8 tahun. Riwayat luka di wajahnya memunculkan dugaan bahwa ia pernah ditelantarkan, meski alasan di balik peristiwa itu belum diungkapkan.
Sementara itu, keluarga kandung Zhong terus melakukan pencarian selama puluhan tahun. Adik perempuannya mendaftarkan data keluarganya ke Baby Come Home, platform nirlaba di China yang membantu mempertemukan keluarga dengan anak hilang.
Ayah Zhong meninggal pada 2024 sebelum dapat bertemu kembali dengan putrinya. Pada hari-hari terakhirnya, ia dilaporkan berulang kali bertanya kepada adik Zhong, “Apakah kamu sudah menemukan kakakmu?”
Tes DNA membuka jalan pulang
Adik Zhong hampir menghentikan pencarian sebelum relawan menyemangatinya untuk mengunggah kasus tersebut secara daring. Langkah itu kemudian memperluas peluang keluarga untuk menemukan petunjuk baru.
Setelah Zhong mendaftarkan diri ke Baby Come Home pada 12 April, ia segera dihubungi. Seorang perempuan melihat kemiripan wajahnya dengan anggota keluarga yang telah lama hilang, lalu hubungan mereka diuji melalui DNA.
Hasil tes itu mengonfirmasi hubungan keluarga dan membawa Zhong pulang ke Yulin pada 7 Juli. Sambil memegang buket bunga, ia memeluk ibu kandungnya dan berkata, “kupikir aku tak akan bertemu denganmu lagi di kehidupan yang sekarang.”
Zhong mengatakan akan meluangkan waktu bersama keluarga kandungnya serta mengunjungi mereka secara rutin. Kisah pertemuan ini juga memicu perbincangan daring, terutama mengenai fakta bahwa ia pernah berada hanya satu jalan dari rumah masa kecilnya.
Sejumlah pengguna internet menyoroti kesedihan keluarga yang terpisah begitu lama meski pernah tinggal sangat berdekatan. Di sisi lain, ada pula yang menekankan bahwa Zhong dibesarkan dalam keluarga angkat yang penuh kasih dan kini dapat membangun kembali hubungan dengan ibu kandungnya.
