Aletra Mulai Perakitan Lokal dengan Investasi Rp 300 Miliar, Target Produksi 2.000 Unit/Tahun

Author: Qoo Media

Aletra resmi memulai kegiatan perakitan kendaraan secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM). Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun manufaktur yang berkelanjutan di Indonesia.

Persiapan proses produksi lokal sudah dimulai sejak awal tahun, namun tim Aletra masih melakukan evaluasi menyeluruh agar fasilitas dapat beroperasi secara optimal dan tahan lama. Product Manager Aletra, Marsellinus Christo Antyo, menyatakan bahwa pabrik sebenarnya sudah siap sejak Januari, tetapi beberapa peningkatan masih diperlukan sebelum menjalankan produksi secara penuh.

Model Pertama dan Transfer Teknologi

Model Aletra L8 menjadi kendaraan pertama yang dirakit di fasilitas lokal ini. Sebagai bagian dari proses transfer teknologi, Aletra mengirimkan tim ke Tiongkok untuk belajar langsung mengenai tahapan perakitan dan teknik produksi. Tim tersebut menghabiskan waktu sekitar satu bulan untuk mendalami seluruh proses perakitan agar pengetahuan bisa diaplikasikan maksimal di Indonesia.

Produksi perdana sekaligus seremoni peresmian berlangsung pada Mei dengan kapasitas produksi awal sekitar enam unit per jam dalam satu shift kerja. Target produksi yang ditetapkan perusahaan mencapai 2.000 unit per tahun, menandai langkah positif dalam memperkuat pasar mobil listrik di Tanah Air.

Investasi Rp 300 Miliar untuk Pengembangan Kapasitas Produksi

Aletra mengalokasikan dana investasi mencapai Rp 300 miliar yang akan direalisasikan secara bertahap hingga dua tahun ke depan. Investasi ini ditujukan untuk mendukung peningkatan fasilitas produksi serta menjaga kapasitas agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Proses perakitan kendaraan dibagi menjadi empat tahapan utama. Tahap pertama adalah pemasangan komponen utama yang meliputi bodi dan mesin. Selanjutnya, melanjutkan ke perakitan sistem bawah kendaraan, termasuk sasis dan sistem kelistrikan. Tahap ketiga difokuskan pada pengecekan detail penyelesaian, dan tahap terakhir merupakan pemeriksaan akhir sebelum unit siap didistribusikan ke konsumen.

Menurut Christo, target produksi pada Mei dipacu seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Pendekatan bertahap dalam investasi memudahkan pengelolaan kapasitas produksi secara efisien tanpa kehilangan kualitas.

Manfaat Perakitan Lokal bagi Industri Otomotif Nasional

Perakitan kendaraan secara lokal oleh Aletra membuka peluang besar untuk meningkatkan kemampuan manufaktur dalam negeri. Selain menciptakan lapangan kerja, kegiatan ini juga menumbuhkan ekosistem industri pendukung seperti pemasok komponen dan material.

Dengan teknologi yang mulai diadaptasi secara mandiri, produsen Indonesia mampu memperbesar pasar domestik sekaligus menyiapkan potensi ekspor di masa depan. Hal ini sejalan dengan dorongan pemerintah dalam mendongkrak industri kendaraan listrik guna mendukung transisi energi bersih.

Langkah Strategis Menuju Manufaktur Berkelanjutan

Aletra berkomitmen mengembangkan basis produksi yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penempatan fasilitas di HIM dimaksimalkan untuk memudahkan koordinasi produksi sekaligus meminimalkan risiko gangguan pasokan.

Rencana jangka panjang Aletra mencakup peningkatan kapasitas produksi dan penerapan teknologi terbaru untuk merespons kebutuhan pasar secara dinamis. Pelaksanaan transfer teknologi dengan menimba langsung pengalaman produksi di Tiongkok menjadi investasi pengetahuan yang strategis bagi perusahaan.

Langkah ini menunjukkan bahwa Aletra serius menghadirkan produk kendaraan listrik dengan kualitas global sekaligus mendukung industrialisasi otomotif di Indonesia. Perakitan lokal yang diikuti investasi besar menandai era baru dalam pengembangan mobil listrik nasional.

Terbaru